ADAKITANEWS, Blitar – Sekitar lima ribu warga Kabupaten Blitar terancam tidak bisa mengikuti pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang karena belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

Ketua KPUD Kabupaten Blitar, Imron Nafifah mengatakan, jumlah ini tidak sedikit dan memang harus ada perhatian dari pemerintah. Menurutnya, 5.000 warga tersebut diketahui belum melakukan perekaman, sehingga mereka tidak memegang kartu identitas baik berupa KTP-el ataupun surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar. Alhasil, data mereka pun tidak masuk pada daftar pemilih sementara (DPS).

“Jika sampai Desember nanti ribuan warga itu tidak melakukan perekaman dan tidak memiliki e-KTP atau Suket, maka tidak akan masuk dalam daftar pemilih dan tidak bisa memberikan hak pilihnya dalam Pilgub 2018,” kata Imron, Sabtu (14/10).

Imron mengaku, dengan kondisi itu pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah berkoordinasi dengan Dispendukcapil Kabupaten Blitar untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar segera melakukan perekaman KTP-el.

“Kami sudah koordinasi dengan Dispendukcapil agar warga yang belum melakukan perekaman segera melakukan perekaman,” paparnya.

Meski begitu, Imron mengaku jumlah itu sudah jauh berkurang dibandingkan sebelumnya. Karena sudah banyak masyarakat yang mulai melakukan perekaman KTP-el.

Imrom mengatakan, pada Agustus lalu masih ada 10 ribu lebih masyarakat yang belum melakukan perekaman e-KTP dan belum masuk DPS. “Datanya selalu kita perbaharui, untuk menghasilkan daftar pemilih akurat dan berkualitas,” tegasnya.

Terpisah Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar, Eko Budi Winarso mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan percepatan perekaman KTP-el. Ia optimis sebelum akhir tahun data pemilih sudah siap termasuk untuk warga yang belum melakukan perekaman.

“Kita terus melakukan percepatan perekaman, jadi nanti sebelum akhir tahun kami optimis bisa menyelesaikan,” terangnya.

Untuk diketahui Pilgub serentak telah ditetapkan pada 27 Juni 2018 mendatang. Sesuai instruksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat, KPUD Kabupaten Blitar pun sudah mulai mempersiapkan untuk melakukan proses menuju tahapan Pilgub yang dimulai 10 bulan sebelum pelaksanaan dan diawali dengan pendataan pemilih serta sosialisasi. Sementara awal bulan Januari 2018 nanti, data pemilik suara sudah harus melalui tahapan pencocokan dan penelitian (coklit).(fat/wir)

Keterangan gambar: Imron Nafifah, Ketua KPUD Kabupaten Blitar.(dok. Adakitanews,com)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/100417-blt2-blitar-kpu-1024x576.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/100417-blt2-blitar-kpu-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,blitar,daftar pemilih,e ktp,kpu,Pemilu
ADAKITANEWS, Blitar – Sekitar lima ribu warga Kabupaten Blitar terancam tidak bisa mengikuti pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang karena belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Ketua KPUD Kabupaten Blitar, Imron Nafifah mengatakan, jumlah ini tidak sedikit dan memang harus ada perhatian dari pemerintah. Menurutnya, 5.000 warga tersebut diketahui...