ADAKITANEWS, Blitar – Sepanjang tahun 2017 ini Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Blitar telah menindak sebanyak 15 Warga Negara Asing (WNA) yang melanggar administrasi keimigrasian.

Kepala Kanim Kelas II Blitar, I Nyoman Gedhe Surya Mataram mengatakan, 15 WNA tersebut rata-rata melanggar batas akhir tinggal di wilayah Kanim Kelas II Blitar atau over stay. “12 WNA melanggar batas waktu tinggal (over stay), satu orang menyalahgunakan izin tinggal, satu orang memberikan keterangan tidak benar, dan satu orang lagi tidak memiliki dokumen,” jelasnya, Selasa (19/12).

Dari total itu, lanjut Surya, empat WNA sudah dideportasi dan selebihnya, sebanyak 11 WNA pengenaan biaya beban dan tiga WNA dikenakan tindakan penangkalan. “Tahun ini kami sudah mendeportasi empat WNA,” ujar Surya.

Surya menjelaskan, Kanim Kelas II Blitar saat ini juga sedang menangani satu WNA dari Myanmar yang tidak memiliki dokumen resmi selama tinggal di Blitar. WNA asal Myanmar bernama Maung Thein ini diamankan petugas Imigrasi di Jalan Palem Kota Blitar dan diketahui sempayt membuka usaha panti pijat tradisional di wilayah itu.

Sehari-hari, Maung Thein tinggal di Dusun Krajan Desa Ngadipuro Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar. Dia menikah dengan warga setempat dan sudah memiliki empat anak. Maung Thein sendiri mulai tinggal di desa itu sejak 2006.

“Untuk WNA dari Myanmar ini kami masih koordinasi dengan pusat. Sebab, dia mengaku pengungsi Rohingya dan minta suaka. Kami masih menunggu keputusan dari pusat,” paparnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Ilustrasi.(google.com)