ADAKITANEWS, Blitar – Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Eko Wahyudi mengatakan, sesuai data yang ada hingga bulan April 2017 ini ada 33 penderita baru HIV/AIDS. Dan dua diantaranya meninggal dunia.

“Dari 33 itu ada 2 yang meninggal dunia. 1 masih berumur anak-anak, dan 1 lagi sudah dewasa,” kata Eko saat ditemui di kantornya, Senin (29/05).

Menurut Eko, kasus HIV/AIDS diKabupaten Blitar selama ini ditemukan pada saat pemeriksaan di fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas Srengat. Selain itu juga ditemukan juga di Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi, yang memiliki fasilitas kesehatan berupa Voluntary Conseling and Testing (VCT). “Sebenarnya ada juga yang ditemukan di puskesmas-puskesmas lain. Tapi menurut data kami, yang terbanyak adalah di dua tempat itu,” jelasnya.

Untuk pengobatan bagi penderita HIV/AIDS, lanjut Eko, biayanya ditanggung Pemerintah. Namun jika mengalami infeksi sampingan, maka harus ditanggung pasien sendiri. “Kita berharap hingga akhir tahun ini tidak ada penambahan jumlah penderita baru HIV/AIDS di Kabupaten Blitar,” pungkasnya.

Untuk diketahui, jumlah penderita HIV/AIDS selama 4 bulan awal ini relatif menurun dibandingkan dengan 4 bulan awal tahun 2016 lalu. Dimana pada sebelumnya ada 71 penderita baru HIV/AIDS.(blt2)

Keterangan gambar: Eko Wahyudi, Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)