ADAKITANEWS, Sidoarjo – Upaya penyelundupan narkotika golongan 1 jenis sabu sebanyak 940 gram oleh seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Temberung Pamekasan Madura, Asmuni, 32, digagalkan petugas Bea Cukai Juanda.


Kepala Direktorat Jendral Bea dan Cukai Jawa Timur I, Budi Harjanto menerangkan, pelaku ditangkap usai mendarat di Bandara Internasional Juanda menggunakan pesawat Air Asia (XT-8298) rute Kuala Lumpur – Surabaya pada Kamis (25/01) sekitar pukul 22.00 WIB.

Petugas yang awalnya mencurigai barang bawaan pelaku yakni kardus berisi rice cooker, kemudian melakukan pemeriksaan. “Sebelumnya sudah dilakukan parameter tertentu dari tangkapan sebelumnya dan kebetulan dari imigrasi. Barang bawaannya ada hal yang mencurigakan, dari barang-barang bawaannya di samping rice cooker,” terang Budi Harjanto saat konferensi pers di kantor Bea Cukai Juanda, Rabu (08/02).‎

Budi menambahkan, saat berusaha mencari narkoba tersebut, petugas terpaksa membuka membuka komponen rice cooker yang dibawa pelaku. “Jadi kita harus buka dulu komponen yang di depan itu. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam dan ternyata memang kedapatan ada 7 bungkus narkotika jenis sabu dengan total seberat 940 gram,” paparnya.‎

Untuk diketahui, Asmuni merupakan TKI yang bekerja di Malaysia sebagai kuli bangunan. Di hadapan petugas, Asmuni mengaku mendapatkan upah sebesar 50 ringgit setiap satu kali antar. Dan untuk mengelabui petugas, tersangka juga sempat menggunakan surat keterangan pengganti paspor untuk melancarkan aksinya.

“Dibilang paspornya hilang kemudian terbitkan surat keterangan pengganti paspor mungkin untuk mengacau dan mengelabui petugas supaya tidak tahu track record belakangnya,” Jelas Budi Harjanto.

Pengungkapan ini, tambah Budi, adalah hasil kerjasama Bea Cukai Juanda dengan BPIB Surabaya, BNN Provinsi Jatim, Ditres Narkoba Polda Jatim, Imigrasi Bandara Juanda (Bidang Darinsuk) dan Pengamanan Bandara (LANUDAL, POM AL dan PT Angkasa Pura 1).

“Pelaku akan dijerat dengan UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Golongan 1, pasal 113 ayat 1 ancaman hukuman seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan 2 dan UUD Kepabeanan nomor 17 tahun 2006 pasal 102 ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun,” jelas Budi.(sda3)‎

Keterangan gambar : Tersangka beserta barang bukti sabu yang berhasil diamankan petugas.(foto: andri santoso)