Kediri(adakitanews.com)– Kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) dinilai masih kurang. Berdasarkan hasil pencatatan personel Satpol PP Kota Kediri, masyarakat yang terbukti melanggar prokes salah satunya pengenaan masker mencapai 139 orang.

Hasil tersebut diperoleh saat Satpol PP Kota Kediri beserta TNI-Polri dan pihak terkait melaksanakan operasi yustisi. Sebanyak 139 orang terjaring operasi yustisi, karena tidak menggunakan masker.

Ke-139 orang ini terjaring mulai pelaksanaan penegakkan hukum prokes yaitu sanksi apabila tidak memakai masker di, terhitung sejak 14 September hingga 21 September 2020.

Operasi yustisi sendiri, menurut Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid, sebagai upaya menekan angka persebaran Covid-19, khususnya di Kota Kediri,

Personel gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), BPBD Kota Kediri, Pengadilan dan Kejaksaan Negeri Kota Kediri terus melaksanakan razia yustisi terkait penegakan hukum Peraturan Gubernur Nomor 2 Tahun 2020.

Tak hanya itu, sebagai landasan hukum personel gabungan juga mengacu pada Perwali Kediri Nomor 32 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum, protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan, pengendalian Covid-19.

Nur Khamid mengatakan, operasi yustisi ini akan terus dilakukan hingga hingga tiga bulan ke depan, atau sampai Desember mendatang.

“Petugas akan melakukan operasi yustisi tidak hanya di jalan, melainkan di pusat-pusat perbelanjaan, warung, cafe, dan juga tempat hiburan seperti taman. Kami berharap, masyarakat selalu mentaati protokol kesehatan yakni sering mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak,” ujarnya, Rabu (23/9/2020).