2016-04-29_20.27.18ADAKITANEWS, Madiun – Dua pencuri kayu hutan ditangkap terpisah Sat Reskrim Polres Madiun dan Polsek Kare, bersama sejumlah barang bukti (BB) seperti mobil dan kayu hutan. Dalam proses penangkapan, salah satu pelaku sempat melawan dengan menabrak mobil anggota Sat Lantas Polres Madiun yang tengah mencoba menghentikan laju kendaraan tersangka.

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, penangkapan ini berada di dua tempat kejadian (TKP), yakni di Kecamatan Saradan dan Kecamatan Kare Kabupaten Madiun. Penangkapan pertama, Polisi sempat kesulitan karena pelaku sempat melawan dan melarikan diri.

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Gatot Setyo Budi menjelaskan, kejadian itu bermula dari petugas yang sedang melakukan patroli. Pihaknya mengetahui ada pick up Daihatsu Espass nopol AG 8352 PA berjalan tanpa menyalakan lampu. Selanjutnya, petugas Sat Lantas melakukan pengejaran untuk dilakukan penindakan dan berhasil menghentikan. Saat ditanya pengemudi mengaku akan ke bendungan Widas. Namun, pick up itu sempat menabrak bagian kiri belakang mobil patroli.

Pick up bukan berhenti, tapi berjalan lagi ke arah timur dan terhenti di jalan buntu dekat sungai Jembatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. Berikutnya, sopir dan kenek kabur, setelah dilakukan pengecekan mengangkut 5 batang kayu. Kayu itu tidak dilengkapi surat keterangan sahnya hasil hutan

“Tersangka dibekuk yaitu Agus S, 37, warga Dusun Ledokan, Desa Sugihwaras,  Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Penangkapan di Jalan Raya Madiun-Surabaya atau timur perlintasan kereta api masuk Desa Sugihwaras, sekitar pukul 01.30 dinihari beberapa waktu lalu,” jelasnya, Jum’at (29/04).

Ia mengatakan kayu jati itu ditutupi daun mangga dan terpal, 5 batang kayu berbentuk glondongan dalam berbagai ukuran. “Tersangka ditangkap beberapa hari berselang, kini masih menjalani pemeriksaan intensif,” ujar AKP Gatot Setyo Budi

Berikutnya. Polsek Kare menangkap Slamet, 66, Dusun Glagah Ombo, Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Slamet memiliki kayu berbagai ukuran yang diduga berasal dari hutan sekitar. Polisi Hutan (Polhut)  pertama kali memergoki kegiatan penebangan kayu ilegal dipetak 39 A RPH Malang, BKPH Dungus. Melihat tersangka tengah melakukan aktivitas mencari ranting.

Namun, melalui radio komunikasi ternyata Slamet selama ini dicurigai sebagai pembalak liar, sayang Slamet keburu pergi jauh, setelah Polhut menemukan sejumlah 4 batang kayu tebangan baru. Kayu diserahkan kepada petugas Polsek Kare, lalu mencari Slamet dirumahnya. Ternyata, ditemukan lagi sebanyak 14 batang kayu gelondongan berbagai ukuran.

“Slamet sendiri ditangkap beberapa hari berselang, kini mendekam di sel tahanan Polsek Kare. Atas perbuatannya, kedua pelaku pemalakan liar itu dijerat sejumlah pasal UU Nomor 18/2003 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkas Kasat Reskrim.(Uk)

Keterangan Gambar :  Barang bukti kayu hasil pembalakan liar Agus S warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, 5 Batang kayu jati dan pick up dipakai mengangkut.