Kediri(adakitanews.com)—Penangkapan seorang buronan bandar narkotika bak seperti di film-film dilakukan petugas Polres Kediri.

Pasalnya, petugas sebelum membekuk bandar narkotika, pelaku sempat menyandera seorang wanita.

Tak tanggung-tanggung pelaku menodongkan senjata api. Pelaku seorang diri itu memakai jaket warna cokelat, celana hitam dan memakai topi hitam.

Tak berselang lama pelaku bandar narkotika itu berhasil disergap oleh petugas Polres Kediri. Dalam melakukan penangkapan bandar narkotika itu Polres Kediri juga melibatkan anjing pelacak.

Kejadian penangkapan bandar narkotika dan pembebasan sandera ini merupakan simulasi yang dilakukan oleh petugas Polres Kediri.

Kegiatan simulasi ini dilakukan di jalan raya depan Mapolres Kediri, Sabtu (22/2/2020) dan disaksikan oleh Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S.I.K.

Simulasi pembebasan tawanan dan penangkapan pelaku bandar narkotika ini sempat membuat warga sekitar dan pengendara geger.
Namun, warga pun tak sedikit yang mengabadikan momen tersebut dengan memakai ponselnya.

Dalam simulasi tersebut, lanjutnya, dimulai dari pemeriksaan kendaraan bermotor di Jalan PB Sudirman, tepat di depan Mapolres Kediri. Saat personel Satlantas melakukan pemeriksaan, ternyata ada salah satu pengemudi mini bus yang menncurigakan, akhirnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Karena personel mencurigai ada keterlibatan pengemudi terkait peredaran narkotika, personel Satlantas melakukan koordinasi dengan personel Satresnarkoba dan Satreskrim. Dengan sigap, AKBP Lukman memimpin pemeriksaan tersebut, namun pengemudi mobil mencoba melawan hingga menyandera salah satu warga yang ada disekitar lokasi.

Sontak adegan tersebut membuat warga lainnya terkejut, karena pengemudi menyandera seorang perempuan dengan mengacungkan senjata api (senpi). “Jadi, kami mencoba sekenario terburuknya, yaitu penyanderaan warga. Kami menerjunkan anggota Satsabhara dan Tim K9, yang dibantu satwa (anjing),” ujarnya.

Dengan negosiasi, sambungnya, personel mencoba untuk membujuk pengemudi, namun pengemudi justru melakukan perlawanan. Akhirnya, Tim K9 mengerahkan anjing untuk melumpuhkan pergerakan pengemudi tersebut.

“Satwa (anjing) ini tidak hanya membantu melumpuhkan pelaku, tapi juga membantu dalam pelacakan barang-barang mencurigakan. Misalnya narkotika yang disembunyikan dalam kendaraan,” tegasnya.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S.I.K mengungkapkan, kegiatan simulasi ini dilakukan sebagai upaya pemberantasan peredaran narkotika dan pencegahan tindak kejahatan terus dilakukan Polres Kediri.

Tak hanya menerjunkan puluhan personel gabungan dari Satlantas, Satreskrim, Satresnarkoba, Satsabhara, sampai tim khusus satwa yang dikenal dengan julukan tim K9 juga diturunkan.

“Tujuan kami menjaga keamanan, ketertiban, dan ketentraman di wilayah hukum Polres Kediri. Salah satunya, kami melakukan simulasi pengungkapan narkotika,” jelas Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono.(gar).