ADAKITANEWS, Blitar – Kepala Bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, terhitung sejak bulan Januari sampai Desember 2017, di Kabupaten Blitar tercatat ada 13 kasus difteri.

Kasus ini, kata Krisna Yekti, mengalami penurunan drastis jika dibandingkan dengan tahun 2016 lalu yang tercatat ada 56 kasus. “Awal Desember memang hanya ada 11. Tetapi akhir Desember bertambah 2 penderita. Namun demikian ini sudah turun signifikan dibanding tahun 2016,” kata Krisna saat ditemui di kantornya, Kamis (04/01).

Ia mengaku, penurunan kasus difteri ini salah satunya karena optimalnya pelaksanaan imunisasi difteri Outbreak Response Imunisation (ORI), yang dilakukan mulai tahun 2016 sampai 2017. Tetapi untuk di wilayah Jawa Timur, 13 kasus di Blitar ini tergolong cukup banyak.

“13 kasus ini termasuk banyak di wilayah Jawa Timur. Karena saat ini difteri sedang mewabah di Indonesia termasuk Jawa Timur. Sehingga daerah kasus difteri ditetapkan menjadi darurat atau Kejadian Luar Biasa (KLB) dan mendapat pengawasan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta juga Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

Krisna menambahkan, saat ini pihaknya masih terus berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi untuk penanganan difteri di Kabupaten Blitar. “Tentu kita terus komunikasi dengan Pemprov Jatim untuk penanganan kasus difteri ini,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Krisna Yekti, Kepala Bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)