PASUNG 3PASUNG 2ADAKITANEWS, Nganjuk – Gangguan jiwa yang dialami Sumardi ,34, dan adiknya Irwanto,24, warga Desa Kapas Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk terpaksa dipasung oleh kedua orang tuanya sejak tahun 2005 silam. Pasalnya, jika kedua bersaudara ini tidak dipasung, tindakannya akan membahayakan warga setempat.

Kedua saudara ini dipasung oleh Daman ,60, ayahnya dan Tami, 55, ibunya di dalam kandang yang berada di belakang rumah. Di dalam kandang yang terbuat dari bambu tersebut, sudah 10 tahun mereka hidup dengan kaki dirantai besi.

“Sebenarnya saya tidak tega membuat mereka seperti ini, mau bagaimana lagi, kalau mengamuk ulah mereka sangat membahayakan,” tutur Tami

Lebih lanjut Tami menuturkan, Sumardi menderita gangguan jiwa dan dipasung sejak sepuluh tahun lalu. Penyebabnya, Sumardi gagal menikah karena gadis yang dia cintai memilih menikah dengan orang lain. Sedangkan Wahyu Irwanto sudah delapan tahun dipasung, karena minta untuk dibelikan sepeda motor, namun orang tuanya tidak sanggup membelikam karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung.

“Sebenarnya saya sangat ingin membawa mereka berobat ke rumah sakit jiwa, tapi penghasilan kami sebagai buruh tani cukup untuk makan setiap hari saja,” tuturnya

Sementara itu, Sejumlah petugas dari kepolisian yang mendapat laporan tentang pemasungan tersebut langsung datang ke lokasi. Polisi meminta kepada Daman dan Tami agar segera melepas keduanya dan tidak memasungnya lagi. Sebab apapun alasannya tindakan pemasungan itu tidak dapat dibenarkan.

“Jika bersedia melepaskan mereka berdua, kami berjanji akan segera membawa keduanya berobat ke rumah sakit jiwa di Malang,” terang AKP Sugeng S, Kapolsek Sukomoro.(Jati/zay)

Keterangan Gambar : Kedua bersaudara yang mengalami gangguan jiwa dikurung oleh orang tuanya dikandang karena dikhawatirkan membahayakan warga lainnya