ADAKITANEWSIMG_20150221_141412IMG_20150221_141441IMG_20150221_141647, Madiun – Dengar pendapat dan jaring aspirasi dilakukan oleh M. Suryo Alam anggota MPR RI pada Jum’at, (20/2) malam di Balai Pertemuan PG Pagotan desa Pagotan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Dalam serap aspirasi itu, masyarakat meminta MPR RI lebih memperhatikan usaha kecil yang banyak melibatkan masyarakat.

Acara dimulai selepas sholat Isya’ ini dihadiri dari berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari pengasuh pondok pesantren hingga para petani yang ada di Kecamatan Pagotan. Dalam sambutan pembukanya M Suryo Alam mengatakan datang di desa tersebut secara khusus untuk mendengarkan semua masukan dan aspirasi dari masyarakat Pagotan sebagai bahan masukan bagi pemerintah pusat.

“Ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat khususnya desa Pagotan yang telah hadir pada pertemuan ini. Kehadiran saya disini untuk menjalankan amanah yang telah bapak dan ibu berikan pada saya untuk jadi anghota DPR RI. Jadi kami pingin bisa mendengarkan secara langsung aspirasi bapak dan ibu untuk kemajuan masyarakat. Kita akan perjuangkan aspirasi itu besama, karena itu kewajiban saya untuk memperjuangkanya di pemwrintah pusat,” ungkap Suryo Alam.

Suryo Alam meminta kepada masyarakat untuk menyampaikan seluruh potensi yang ada didaerahnya namun belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. “Tolong kami dikasih tahu potensi apa saja yang ada di sini. Sehingga kami bisa tahu dan jelas nanti apa saja yang akan kami perjuangkan di pusat sana” jelasnya.

Kehadiran anggota MPR RI itu mendapat samnutan antusiasn dari warga masyarakat. Sebab menurut warga, pertwmuan dengan anggota MPR RI tersebut dapat menjadi saluran komuniasi anatara merwka dengan pembuat kebijakan ditingkat pusat.

“Kami sangat berterimakasih kepada pak Suryo yang menyempatkan waktunya untuk berkunjung di desa kami ini. Banyak sekali pak permasalahan disini, terutama nasib kami para petani tebu yang hampir gulung tikar karena biaya tanam tidak sesuai dengan hasil yang di dapatkan” ungakap Nanang Fahroni salah satu warga yang hadir dalam acara jaring aspira tersebut.

Selain permasalahan di sektor pertanian, warga juga mengharapkan adanya perhatian khusus terhadap pasar desa atau pasar tradisional. Sebab menurut masyarakat, dengan merebaknya pasar modern yang dimiliki pemodal besar dapat mengancam keberlansungan asar tradisional.

“Tolong pak pasar desa juga diperhatikan, dulu waktu pemerintahan bu Mega sudah sempat direncanakan tapi samapai saat ini tidak ada realisasinya. Hal ini juga demi kita bisa bersaing dengan adanya pasar modern itu pak” jelas Purnomo warga Desa Sambirejo.

Semwntara, Surono, warga Desa Putat memberi informasi bahwa di Kabupaten Madiun sudah ada industri kecil yang mampu menciptakan mesin pengering padi. Namun, harga mesin ini tidak bisa di jangkau oleh para petani yang hasil pertaniannya hanya cukup untuk makan sehari-hari.

“Ini sudah ada potensinya pak, tinggal bagaimana bantuan dari pusat untuk membantu para petani membelinya dan juga perawatan mesin tersebut” jelasnya.

Menanggapi keluhan dari warga masyarakat, M Suryo Alam menjelaskan bahwa pada sektor tanaman tebu pemerintah pusat sudah mengesahkan anggaran sebesar Rp. 3,5 triliun sebagai tambahan modal PTP dan Perusahaan Gula dibawah naungan BUMN. Alokasi anggaran itu untuk memperbaiki peralatan yang sudah tidak layak pakai dan membangunPerusahaan Baru.

“Kami sudah mensetujui tambahan modal 3,5T untuk PTP dan PG. Juga akan ada bantuan kepada petani berupa bibit tebu unggul. Harapannya dengan tambahan modal ini bisa lebih efisien hasil dari tebu tersebut sehngga tidak banyak yang terbuang atau menjadi tetes saja” ungkapnya.

Suryo Alam juga berharap ada data dan doumentasi yang lebih lengkap terkait berbagai permasalahan yang di sampaikan masyarakat. Hal itu untuk mempermudah mengkomunikasikan asiprasi warga dengan pemerintah pusat.

“Kami mohon ada potretnya dan laporan secara tertulis agar lebih meyakinkan ketika kita bawake pusat nanti. Jangan bingung masalah penulisan laporannya karena kami sudah menyiapkan tim untuk memandu penulisan laporan itu” tegasnya.

Dalam acara yang berlangsung hampir tiga jam ini M Suryo Alam berjanji akan datang langsung ke kelompok-kelompok tani, kelompokpengrajin dan berbagai kelompok kegiatan masyarakt lainya.

“Saya tidak hanya mengadakan acara secara formal seperti ini, namun juga secara informal dengan mendatangi langsung ke kelompok petani, pengrajin atau UKM-UKM yang ada sehingga kami bisa tahu secara langsung bagaimana kondisinya,” pungkas Suryo. (adv/zay)