ADAKITANEWS, Blitar – Target serapan Bulog Subdivre Tulungagung pada 2017 ini sekitar 58.000 ton. Kini, serapan beras Perum Bulog Subdivre Tulungagung masih mencapai 27.700 ton atau sekitar 47 persen dari target yang ditetapkan hingga November 2017 ini.

Kepala Perum Bulog Subdivre Tulungagung, Krisna Murtianto mengatakan, untuk mencapai target pihaknya masih mempunyai waktu sekitar 1 bulan kedepan. “Kami masih ada waktu sampai Desember 2017, sehingga kami akan upayakan serapannya mencapai 50 persen,” katanya saat memberikan bantuan ke Ponpes Al Hikmah Srengat, Kabupaten Blitar, Jumat (24/11).

Krisna mengaku, serapan beras Bulog di petani sedikit sulit. Penyebabnya harga beras di pasaran lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP). HPP beras dari pemerintah Rp 7.300 per kilogram. Sedangkan harga beli beras di pasaran rata-rata lebih dari Rp 9.000 per kilogram.

Sementara untuk stok beras, pihaknya menjamin aman hingga lima bulan kedepan. Karena stok beras di Bulog Subdivre Tulungagung saat ini masih 9.800 ton. Sedangkan penyaluran beras Bulog Subdivre Tulungagung sekitar 2.700 ton per bulan.

“Saya jamin stok kita masih cukup untuk 5 bulan kedepan. Untuk wilayah kami membawahi Tulungagung, Kota/Kabupaten Blitar, dan Trenggalek,” paparnya.

Selain beras, lanjut Krisna, saat ini Bulog juga menyerap gula dari masyarakat. Bulog Subdivre Tulungagung sudah menyerap 500 ton gula dari PG Mojopanggung. “Sebenarnya ada 2.000 ton gula yang kami serap, tapi yang 1.500 ton masih menunggu,” imbuhnya.

Masih ditempat yang sama, Kepala Perum Bulog Divre Jatim, M Hasyim mengatakan, serapan Bulog Jatim sekarang masih 670.000 ton. Ia menargetkan hingga Desember 2017, serapan Bulog Jatim bisa mencapai 700.000 ton. “Stok kami masih aman, jelang Natal dan Tahun Baru sudah kami antisipasi. Kalau dibutuhkan operasi pasar kami siap menyediakan,” kata Hasyim.

Untuk diketahui, Perum Bulog Divre Jatim telah menyerahkan uang bantuan ke pengelola Ponpes sebesar Rp 50 juta. Uang bantuan itu untuk pembangunan pondok pesantren. Kegiatan pemberian bantuan tersebut masuk pada program bina lingkungan yang dilakukan oleh bulog se Indonesia.(fat/wir)

Keterangan gambar: Krisna Murtianto, Kepala Perum Bulog Subdivre Tulungagung.(foto : fathan)