width=

ADAKITANEWS, Nganjuk – SE, warga Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk, kini hanya bisa menyesali nasibnya. Ia kini menjadi incaran pihak Bank lantaran sertipikat rumahnya dia setorkan ke seseorang berinisial EW, warga Kecamatan Loceret yang diduga merupakan pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Informasi yang dihimpun, EW berkenalan dengan SE sekitar setahun lalu yang kemudian mengajaknya bekerjasama dalam usaha rumahan di bidang plastik. Awalnya SE hanya diminta menyetorkan uang sebesar Rp 10 juta dengan iming – iming hasil antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta perbulan.

Namun faktanya, bukan keuntungan yang didapat oleh SE. Melainkan justru SE selalu menambah modal hingga mencapai ratusan juta rupiah kepada EW. Bujuk rayu EW selalu berhasil karena SE menaruh harapan bisa mendapat hasil banyak dari kerjasama itu. Hingga akhirnya, keuntungan yang dijanjikan selama ini ternyata hanya isapan jempol belaka. Bahkan EW semakin sulit dihubungi dan pergi entah kemana. “Saya sudah setor uang dan banyak hutang. Yang menyuruh hutang ya EW, untuk tambah modal usaha. Saya takut rumah saya disita Bank,” ujar SE, Senin (10/10).

Belakangan, keberadaan EW semakin terkuak setelah Polisi menggerebek padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi sekitar 2 pekan lalu. EW diduga menjadi pengikut Dimas Kanjeng yang berada di Probolinggo. SE memilih melaporkan kasus ini ke polisi agar bisa membantu menyelesaikan masalahnya termasuk menangkap EW yang diduga kuat masih berada di padepokan Dimas Kanjeng.(Jati)

Keterangan gambar: ilustrasi.(google.com)