Setubuhi Pacar, Sopir Angkot Ditangkap Polisi

2016-05-31_13.42.31ADAKITANEWS, MADIUN – Nur Khalis, 26, sopir angkutan kota (Angkot), warga Desa Sukosari Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun diamankan petugas kepolisian dari Polsek Dagangan beberapa hari lalu. Tersangka diamankan karena diduga melakukan persetubuhan kepada anak di bawah umur, sebut saja Melati, 18, bukan nama sebenarnya, warga Kecamatan Dagangan yang tidak lain adalah kekasih tersangka.

Kapolres Madiun, AKBP Sumaryono menjelaskan, penangkapan Nur Khalis dilakukan pasca ibu Melati melaporkan kasus persetubuhan yang menimpa anaknya ke Polsek Dagangan. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sudah melakukan persetubuhan dengan Melati sejak tahun 2013 lalu. “Nur Khalis menyetubuhi Melati sudah sejak tiga tahun lalu,” ungkap AKBP Sumaryono, Selasa (31/05).

Dari hasil penyidikan sementara, diketahui tersangka menyetubuhi korban di rumahnya dan di area persawahan warga. Dalam melakukan aksinya, tersangka kerap mengancam korban dengan sebilah pedang berkarat. “Persetubuhan dilakukan tersangka sudah hampir 20 kali,” terang AKBP Sumaryono.

Sementara, Nur Khalis mengaku hubungan intim yang dilakukannya dengan Melati sudah terjadi sejak korban masih duduk di bangku SMP berdasarkan suka sama suka. Nur Khalis juga menambahkan, saat melakukan hubungan suami istri dirinya tidak pernah mengancam korban dengan sebilah pedang. “Kami melakukannya atas dasar suka sama suka sejak dia (korban,red) masih SMP,” urai Nur Khalis.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat 1 dan 2 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, juncto pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Uk)

Keterangan Gambar: Kapolres Madiun, AKBP Sumaryono dan Kasubbag Humas, AKP Paidi, tengah menggelar barang bukti persetubuhan. Termasuk sebilah pedang yang dipakai Nur Khalis untuk menakut-nakuti korbannya.(Foto; Agoes Basoeki)

Recommended For You