Kediri(adakitanews.com)—Praktik tempat kos dengan tarif per jam atau kamar kos jam-jaman ternyata masih marak. Ini terbukti saat personel Satpol PP Kota Kediri merazia salah satu tempat kos diindikasi menyewakan kamar kos jam-jaman yang berada di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.

Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid menjelaskan, personel menyelidiki adanya praktik persewaan kamar kos jam-jaman. “Kami juga mengetahui praktik ini dari salah satu postingan di salah satu media sosial,” ujarnya, Jumat (25/9/2020).

Saat personel memeriksa ke lokasi tempat kos, ternyata di salah satu kamar kos didapati satu pasangan muda-mudi. Mereka pun sempat terlihat bingung, karena belum bisa menunjukkan bukti bahwa keduanya adalah pasangan yang sah.

Keduanya adalah MI (20) laki-laki asal Kecamatan Pare Kabupaten Kediri dengan AE (15) perempuan asal Kecamatan/Kota Kediri.

Untuk proses lebih lanjut, keduanya dibawa ke kantor Satpol PP Kota Kediri. “Kami memberikan pembinaan kepada dua muda-mudi ini. Pihak keluarga pun kami hubungi untuk pembinaan lebih lanjut,” ucapnya.

Dari pengakuan muda-mudi ini, lanjutnya, mereka menyewa kamar kos selama dua jam. Untuk biaya yang diberikan, sebesar Rp 40.000, dengan demikian tarif sewa selama satu jam sebesar Rp 20.000.

Atas keterangan muda-mudi ini, personel Satpol PP pun akan memeriksa pemilik kos. Pasalnya, adanya praktik persewaan kamar kos jam-jaman, dapat disalahgunakan oleh penghuni kos.

Tidak hanya untuk tindakan yang mengarah ke hal-hal tidak senonoh bahkan bisa mengarah ke tindak asusila. “Pastinya akan kami tindak tegas, mulai teguran sampai penutupan tempat kos,” tegasnya.(Nu).