ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kejaksaan Negeri Sidoarjo mengaku siap melakukan penjemputan paksa terhadap Handono, nama yang kerap disebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan lelang pipanisasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sidoarjo. Bahkan rencananya, Handono juga bakal dihadirkan dalam agenda persidangan Kamis (06/10) mendatang.

Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, M Sunarto mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Sidoarjo dalam upaya menjemput paksa Handono. Pasalnya, sebelumnya Kejaksaan pernah berusaha menemui Handono di rumahnya, Surabaya, namun gagal. “Penyidik sudah berusaha menemui yang bersangkutan. Tetapi gaga bahkan sempai ramai dengan satpamnya,” ujarnya, Senin (03/10).

Upaya Kejaksaan untuk melakukan penjemputan paksa bakal dilakukan usai Majelis Hakim yang memimpin persidangan memberikan imbauan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk bisa menghadirkan Handono. “Kami apresiasi imbauan Majelis Hakim untuk menghadirkan Handono. Kita akan jemput paksa,” imbuhnya.

Dijelaskan Kajari, kehadiran Handono dalam persidangan dirasa sangat perlu. Pasalnya, dalam fakta persidangan Handono disebut merupakan orang yang memberikan uang kepada saksi Amirudin Faizin, dalam rangka proyek di PDAM tersebut. “Peranannya saat Handono memberikan uang kepada Amirudin Faizin. Nanti kita cari peranan besar apalagi yang dia lakukan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lelang pipanisasi PDAM Delta Tirta Sidoarjo yang menelan anggaran senilai Rp 8,9 miliar dengan terdakwa mantan Direktur Utamanya, Sugeng Mujiadi, telah memasuki agenda sidang ke-2. Dalam 2 kali persidangan, nama Handono kerap disebut sebagai seseorang yang sering dimitai rujukan selama proses lelang dilaksanakan. Namun sayang, Kejaksaan Negeri Sidoarjo mengaku gagal dan belum bisa menghadirkan Handono.(kur)

Keterangan gambar: Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, M Sunarto.(foto: kurniawan)