ADAKITANEWS, Tulungagung – Memasuki pertengahan Februari ini, harga eceran untuk semua jenis beras di Tulungagung masih tergolong mahal.

Di sentra pedagang beras di Jalan Kapten Piere Tendean, Kelurahan Kenayan, Tulungagung, harga eceran semua jenis beras mengalami kenaikan sejak akhir tahun 2017. Meski kini tidak terjadi kenaikan, namun juga tidak mengalami penurunan.

Saat ini beras jenis Membramo kualitas medium seharga Rp 11.500 per kilogram. Untuk Membramo kualitas premium Rp 12.200 per kilogram. Sedangkan beras Bengawan Rp 12.000 per kilogram, dan beras Mentik Rp 13.000 per kilogram. Sementara beras IR 64 kualitas medium Rp 10.000 per kilogram, IR 64 kualitas super seharga Rp 11.000 per kilogram.

Dampak mahalnya harga eceran beras ini sangat dirasakan oleh para pedagang beras. Bahkan konsumen yang membeli beras pun turun drastis. “Sejak awal Februari lalu, jumlah pembeli menurun. Selain sepi pembeli, juga mereka mengurangi jumlah yang dibeli, “ kata Sumini, salah satu pedagang beras di jalan Kapten Piere Tendean, Jumat (16/02)

Sumini mengeluhkan, selain sepi pembeli, pelanggan yang biasanya membeli dalam jumlah banyak, kini mengurangi jumlah pembelian. “Pelanggan saya banyak yang mengurangi jumlah yang dibeli. Biasanya beli 50 kilo, sekarang hanya separuhnya dengan kualitas premium, sedangkan separuhnya lagi kualitas biasa,” ujarnya.

Sumini juga menyampaikan, bahwa pasokan beras dari distributor juga tidak lancar, dengan alasan mereka kesulitan mendapatkan beras dari petani. Diperkirakan kondisi ini masih akan terjadi hingga 2 bulan kedepan.

Kondisi mahalnya harga beras di pasaran itupun dikeluhkan oleh warga. Mereka terpaksa mengurangi jumlah pembelian beras dan lebih memilih beras dengan harga yang paling murah.

“Kita terpaksa mencari beras yang harganya murah. Atau kadang kita oplos, beras yang bagus kita campur dengan yang jelek, sebelum dimasak,” kata Winarni, warga Sembung Tulungagung.

Lanjut Winarni, terkadang membeli beras yang mahal pun tidak menjamin rasanya enak, bahkan rasanya tidak jauh beda dengan yang harganya murah.

“Saya berharap kepada pemerintah untuk melakukan tindakan terhadap masalah ini. Meski sudah diadakan operasi pasar, kondisinya tetap saja, harga beras tetap mahal,” harap Winarni.(bac)

Keterangan gambar : Sentra pedagang beras di Jalan Kapten Piere Tendean, Tulungagung.(foto : acta cahyono)