width=

ADAKITANEWS, Nganjuk – Dinas Peternakan Kabupaten Nganjuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Wage Kabupaten Nganjuk, Kamis (09/06) pagi. Hasilnya, petugas menyimpulkan daging sapi di sejumlah kios layak konsumsi dan tidak ditemukan daging gelonggongan.

Pantauan Tim Adakitanews.com, satu per satu daging sapi yang dijual oleh pedagang diperiksa kadar airnya menggunan Meat Moisture Meter. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah daging tersebut tergolong dari sapi gelonggongan atau tidak. Dari 6 kios yang diperiksa, petugas tidak menemukan satupun daging dengan kualitas gelonggongan.

Budi Sucahyono, Kepala Dinas Peternakan Nganjuk mengungkapkan selain pengecekan kualitas daging sapi, dalam sidak kali ini petugas juga melakukan pengecekan stok daging untuk kebutuhan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri. Informasi yang dihimpun dari sejumlah pedagang, mengatakan jika sejauh ini untuk wilayah Nganjuk masih terbilang aman dan tidak ada kekurangan.

Sementara untuk harga setiap harinya, masih dikisaran Rp 100 ribu per kilogramnya. Harga tersebut masih terbilang wajar bagi pedagang maupun konsumen. “Kualitas daging di pasar ini setelah kami periksa ternyata aman. Untuk stok di bulan Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri dipastikan juga masih aman. Sedangkan untuk kisaran harganya saya rasa masih wajar di kalangan pedagang maupun konsumen,” ungkap Budi.

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan Nganjuk, konsumsi daging di wilayahnya sedikitnya setiap hari menghabiskan 16 ekor sapi. Terkait keamanan stok hingga lebaran, Dinas Peternakan memastikan daging tidak akan langka di pasaran. Selain itu harganya juga dijaga agar tetap di batas kewajaran.

Selain sidak daging sapi, petugas juga melakukan sidak daging ayam di sejumlah pasar di Kabupaten Nganjuk.(Jati)

Keterangan Gambar : Kunjungan dan pengecekan kualitas dan kuantitas daging oleh Dinas Peternakan Pemkab Nganjuk.