Sidang Guru Privat yang Cubit Muridnya, Perlihatkan Rekaman CCTV

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Sidang lanjutan terdakwa Atik Diah Anggraeni, 34, guru privat asal Surabaya yang diduga menganiaya muridnya berinisial H, 5, saat belajar di rumahnya di kawasan Pondok Tjandra Indah Waru digelar di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Rabu (01/02).

Dalam pemeriksaan saksi-saksi, yakni orang tua dan pembantu rumahtangga di rumah korban, turut diperlihatkan bukti rekaman CCTV di hadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Choiril Hidayat.

Orangtua korban menceritakan, pada 7 Juni 2016 lalu, setibanya dari Jakarta untuk mengantar istri berobat, dirinya mendapati ada bekas luka memar di tangan kanan putranya (korban,red). Namun saat ditanya, korban hanya diam. “Enggak kehabisan akal, saya langsung lihat rekaman CCTV yang ada di kamar anak saya. Dari situ saya melihat anak saya dicubit dan dipiting. Sesekali juga terlihat menampar pipinya,” kata ayah korban di hadapan majelis hakim.

Dari bukti CCTV tersebut, orangtua korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Waru Sidoarjo.

Orangtua korban mengaku, pihaknya sebelumnya sudah dua kali melakukan mediasi dengan terdakwa. Hanya saja saat itu, pernyataan pengacara dari PGRI membuatnya kesal. “Pernah ada mediasi. Cuma ya begitu, pengacaranya bilang kalau tidak ada solusi, silakan kalau mau dilanjut (hokum,red),” imbuhnya.

Di dalam sidang ibu korban juga mengatakan, setelah melihat bukti CCTV itu pihaknya langsung mengirimkan pesan singkat kepada terdakwa. “Kau apakan anak saya kok sampai memar begitu?” katanya.

Dijelaskan pula, terdakwa sempat membalas hal tersebut dengan sebuah pesan panjang yang intinya terdakwa akan menjelaskan langsung saat ke rumah korban.

Sementara itu Penasehat Hukum terdakwa, Deni mengungkapkan jika sebelumnya memang ada mediasi. Namun dari pihak korban, ada persyaratan yang diajukan. Yakni jika mau dimaafkan, terdakwa diminta menyampaikan permintaan maafnya melalui media massa di halaman depan. Namun karena kondisi ekonomi, terdakwa tidak sanggup memenuhi permintaan tersebut. “Kami tawarkan, bagaimana kalau di halaman lain, bukan halaman depan. Tapi pihak orang tua tidak mau. Di pertemuan kedua juga seperti itu, orang tua tetap minta halaman pertama,” terang Deni.

Dalam rekaman CCTV yang diputar selama sekitar 30 menit tersebut, yakni pada pukul 19.54 WIB, terlihat terdakwa mencubit muridnya pada menit ke-19, 20, 21 dan 22. “Bagaimana terdakwa, sudah menyaksikan sendiri CCTV tersebut?,” tanya Hakim Choiril Hidayat yang kemudian dibenarkan oleh terdakwa.

Sidang akhirnya ditunda minggu depan dengan agenda mendengarkan keterangan dari pihak terdakwa.(*/kur)

Keterangan gambar: Sidang guru privat yang cubit murid di Pengadilan Negeri Sidoarjo.(ist)

Recommended For You