ADAKITANEWS, Sidoarjo – Sidang kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM) dengan terdakwa Walikota Madiun non aktif, Bambang Irianto kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Selasa (02/05).

Sidang yang diketuai Majelis Hakim, Unggul Warso ini masih seputar pemeriksaan saksi-saksi dengan menghadirkan Harsono Lukito, pemilik PT Bumi Pembangunan Pertiwi, Suharyono, Kepala cabang PT Lince Romauli Raya, Jamhadi, Direktur PT Tata Bumi Raya, dan Ferry Soetanto selaku Komisaris PT Remaja Abadi Sejahtera.

Dalam persidangan, Harsono Lukito mengaku mengetahui adanya proyek pembangunan PBM. Akan tetapi proyek yang dikerjakan PT Lince tersebut macet. Lalu tahun 2011 dirinya dihubungi oleh Bambang Irianto untuk proyek PBM. “Saya yang menyediakan semen dan besi. Totalnya sekitar Rp 4 miliar, dibayar lunas tapi dicicil 4 kali,” jelasnya.

Sementara itu Suharyono, mengaku kenal dengan Bambang Irianto sejak 2013. “Saya diajak Jamhadi menemui Bambang Irianto untuk urusan menyelesaikan pekerjaan yang kurang 5 persen. Setelah Ali Fauzi dan Beri Simson dikeluarkan dari perusahaan (PT Lince,red) akhirnya saya diminta untuk jadi Kepala Cabang,” katanya.

Suharyono mengaku adanya pembagian uang retensi atau jaminan ketika pekerjaan proyek tersebut selesai yakni senilai Rp 3,3 miliar. “Uang itu diberikan kepada Ali Fauzi Rp 2,2 miliar, Harsono Lukito Rp 720 juta, Beri Simson Rp 370 juta. Uang Rp 2,2 miliar itu oleh Ali Fauzi diberikan kepada Bambang Irianto,” jelasnya.

Sidang akhirnya dilanjutkan pada Jumat (05/05) depan masih dengan agenda pemeriksaan saksi.(sid2)

Keterangan gambar : Pemeriksaan saksi dalam sidang terdakwa Walikota Madiun non aktif, Bambang Irianto.(foto : mus purmadani)