2015-09-02_18.23.41

ADAKITANEWS, Madiun – Mohammad Husain,22, warga RT 13/RW 3 Desa Jogodayuh, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, menjadi terdakwa kasus pembunuhan mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) Jombang. Terdakwa menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Madiun, Rabu (2/9).

Di depan majelis hakim diketuai Wadji Pramono, Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Arief Kurniawan, menguraikan dakwaannya. Dalam dakwaan JPU, terdakwa tanggal 14 Juni 2015, bertempat di rumah terdakwa, telah melakukan pembunuhan atau merenggut nyawa Ririn Puspitasari. Perbuatan itu dilakukan terdakwa terlebih dulu menghubungi korban agar datang ke rumah terdakwa.

“Alasan minta tolong agar diantar ke Terminal Madiun karena mau pergi ke Surabaya. Saat korban datang, terdakwa tidak minta untuk diantar ke terminal tapi menanyakan apakah korban masih punya hubungan dengan pacar lamanya, Dodik dan Raga. Karena korban merasa sudah tidak punya hubungan dengan Dodik dan Raga, tapi hal tersebut selalu ditanyakan terdakwa,” ujar JPU Arief, dalam dakwaannya.

Selama ini korban memang menjadi pacar terdakwa. Karena tersinggung korban minta putus hubungan dan ini memicu emosi emosi. Ketika korban mau pamit pulang, terdakwa menarik pinggangnya dan kemudian jatuh berdua ke lantai dalam posisi terdakwa dibawah. Selanjutnya, lengan kanan terdakwa menjepit leher korban hingga tewas.

Mengetahui pacarnya tewas, tubuh korban dipindahkan ke dalam kamar. Sekitar pukul 01.00 WIib dinihari, mayat korban dibuang di jembatan Desa Nglandung Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, dengan dibonceng dan diikat menyatu dengan tubuh terdakwa menggunakan motor korban Honda Scoopy AE 4530 GU agar seolah-olah korban orang hidup.

“Setelah itu tubuh korban diturunkan dari sepeda motor dengan posisi terlentang di bawah samping kiri motor dekat pagar jembatan. Sedangkan sepeda motor disandarkan di pagar jembatan dalam kondisi mesin mati namun kunci kontak dalam posisi On. Dengan maksud agar seolah-olah korban mengalami kecelakaan,” urai JPU dalam dakwaanya.

Usai membuang mayat pacarnya, lalu terrdakwa melarikan diri ke Surabaya  dan ke rumah kakaknya di Sidoarjo. Saat di Sidoarjo, kepada orang tuanya, terdakwa mengaku membunuh korban karena cemburu. Atas perbuatannya, terdakwa didakwa dakwaan primair pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara, subsider pasal 351 ayat (3) KUHP ancaman hukuman selama 7 tahun penjara.

Usai JPU membacakan dakwaannya, sidang kemudian ditunda Kamis (10/9) dengan agenda pemeriksaan para saksi yang dihadirkan JPU. “Sidang ditunda hari Kamis tanggal 10 September 2015 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi,” jelas ketua majelis hakim Wadji Pramono, sebelum mengetuk palu sebagai tanda sidang telah usai.

Untuk diketahui, mayat Ririn Puspitasari (21) warga Desa Krandegan Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun, juga mahasiswi sebuah AKBID di Jombang, ditemukan warga disamping motornya di pinggir jembatan Desa Nglandung, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Senin 15 Juni 2015 sekitar pukul 05.00 pagi. (UK)

Keterangan Gambar : Terdakwa kasus pembunuhan mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) Jombang, tengah mendengarkan dakwaan dibacakan JPU.