ADAKITANEWSgalian c-1GALIAN C03-1 Nganjuk – Kasus galian C di Desa Mabung, Kecamatan Baron, dengan terdakwa Joko Prasetyo,34, menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan dari Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk.

Dalam kasus tersebut, terdakwa terbukti tidak memiliki Ijin Usaha Penambangan (JPU) yang dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Nganjuk. Padahal terdakwa melakukan kegiatan penambangan sejak 2 tahun lalu. Kini, Joko didakwa oleh Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Nganjuk, karena melanggar pasal 161 Undang-Undang no.4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara (minerba) dengan ancaman 10 tahun penjara.

JPU juga melampirkan akibat kerusakan alam yang disebabkan oleh aktifitas galian tanah ilegal milik terdakwa. Kerusakan tersebut, diantaranya ratusan pohon mati, kerusakan ekosistem disekitar lokasi tambang serta tebing setinggi 10 meter yang rawan longsor akibat digerus oleh alat berat milik terdakwa.

Terdakwa galian C ilegal di Desa Mabung, Kecamatan Baron, Joko Prasetyo (34), menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan di PN Nganjuk.

JPU menemukan bukti jika terdakwa Prasetyo, warga Desa Mabung, Kecamatan Baron, tidak memiliki ijin usaha penambangan (JPU) yang dikeluarkan oleh kantor pelayanan perijinan terpadu (KPPT) Nganjuk. Padahal, terdakwa telah melakukan kegiatan penambangan di desa Mabung, kecamatan Baron sejak tahun 2013 lalu. Akibat itu, Joko didakwa oleh Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Nganjuk, karena melanggar pasal 161 Undang-Undang no.4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara (minerba) dengan ancaman 10 tahun penjara.

“Terdakwa dalam melakukan aktifitas pertambangan tidak memiliki ijin IUP” Ucap M. Anggidigdo Jaksa Penuntut Umum

Dalam materi dakwaan, Dia juga melampirkan akibat kerusakan alam yang disebabkan oleh aktifitas galian tanah ilegal milik terdakwa. Kerusakan tersebut, diantaranya ratusan pohon mati, kerusakan ekosistem disekitar lokasi tambang serta tebing setinggi 10 meter yang rawan longsor akibat digerus oleh alat berat milik terdakwa.

“Ada beberapa kerusakan alam yang di akibatkan alat berat milik terdakwa juga sudah kami lampirkan” Jelasnya

Lebih lanjut, M. Anggidigdo sidang tersebut akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan saksi dari Jaksa Penuntut Umum. “Sidang akan kami lanjutkan pada hari Kamis (16/4)” Jelasnya.

Sebelumnya, Joko Prasetyo ditangkap oleh satreskrim polres nganjuk dilokasi tambang tanah urug miliknya didesa mabung, kecamatan Baron, saat petugas menggelar razia tambang illegal.(Jati)