ADAKITANEWS, Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2016, Senin (19/06) malam.

Dalam paripurna tersebut, setiap fraksi dipersilakan untuk menyampaikan pandangan umumnya secara bergiliran. Dari semua fraksi di DPRD Kota Madiun, ada banyak hal yang disampaikan. Termasuk terkait penilaian laporan keuangan pemerintah tahun anggaran 2016 yang masih banyak kekurangan di beberapa pos anggaran.

Namun yang paling disoroti kalangan dewan, adalah masih tingginya angka silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) pada tahun anggaran tersebut.

Sesuai data yang diterima Tim Adakitanews.com, silpa tahun 2016 adalah sebesar Rp 305.857.486.594. Termasuk adanya perbedaan laporan silpa dan kas daerah yang ada selisih Rp 2,6 miliar lebih, yang wajib dijelaskan.

Kalangan dewan menginginkan kedepannya adanya langkah terobosan yang strategis sehingga jangan sampai regulasi menjadi halangan atau penyebab terjadinya silpa. Para wakil rakyat tersebut juga meminta penjelasan kepada Pemerintah terkait sumber silpa tersebut, sehingga kepentingan masyarakat tidak terabaikan.

Hal lain yang disoroti anggota dewan adalah catatan atas laporan keuangan di bendahara umum yang menempatkan seluruh dana ke dalam rekening giro sehingga Pemerintah Daerah berpotensi kehilangan pendapatan dari bunga bank. Kalangan Dewan memberikan masukan seharusnya dana tersebut disimpan di Deposito dengan sistem ARO (Automatic Roll Over), dan kelebihannya adalah deposito dapat diperpanjang setiap waktu serta dapat ditarik setiap bulannya.

Dalam sidang paripurna malam itu, fraksi juga menyampaikan pertanyaan terkait target pendapatan daerah yang tidak memenuhi target, serta adanya piutang yang belum terselesaikan.

Terkait predikat WDP (Wajar Dengan Pengecualian), para anggota dewan mengharapkan agar pemerintah mau belajar serta mengambil hikmah dari pencapaian hasil tersebut. Yakni menjadi evaluasi kedepannya sehingga selalu melakukan yang terbaik demi menciptakan kesejahteraan masyarakat kota Madiun.

Sementara itu Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto setelah rapat paripurna menyatakan siap menjawab apa yang sudah disampaikan dalam pandangan umum tadi. “Kami siap menjawab seluruh pertanyaan anggota dewan yang berjumlah kurang lebih ada dua puluh pertanyaan, Intinya di silpa, aset daerah, serta piutang,” tegas Sugeng kepada Tim Adakitanews.com.

Paripurna selanjutnya rencananya akan dilanjutkan pada hari Rabu ( 21/06) mendatang dengan agenda pembacaan pandangan akhir.(bud)

Keterangan gambar : Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun.(foto : budiyanto)