ADAKITANEWS, Sidoarjo – Sambil menyelam minum air, mungkin inilah pedoman yang digunakan oleh Abdul Rohman. Selain untuk dikonsumsi sendiri, rupanya pria 44 tahun ini juga menjual sabu yang dibelinya.

Baru tujuh bulan menjalani bisnis haram ini, warga Desa Tanjungarum Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan tersebut terpaksa harus berurusan dengan petugas kepolisian. Akibatnya kini ia harus mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Gedangan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kanit Reskrim Polsek Gedangan, Ipda Supratman mengatakan tersangka diamankan anggotanya di Desa Besuki Kecamatan Jabon, Rabu (05/03). “Penangkapan tersangka berdasarkan laporan warga lantaran di kawasan tersebut kerap dijadikan transaksi narkoba. Setelah melakukan penyelidikan kami berhasil menemukan ciri-ciri pelaku,” katanya, Kamis (06/03)

Supratman mengaku awalnya kesulitan melakukan penggeledahan, lantaran tersangka selalu berkilah. Namun setelah diperiksa satu per satu, petugas menemukan barang bukti sabu seberat 0,25 gram yang disimpan dalam footstep motor tersangka. “Kami juga mengamankan barang bukti uang senilai Rp 100 ribu dari hasil penjualan. Dari keterangan tersangka, setiap menjual barang haramnya ia mendapatkan keuntungan Rp 50 ribu,” jelasnya.

Lebih lanjut Ipda Supratman mengatakan, tersangka membeli sabu tersebut dari Iron, temannya di Pasuruan. Tersangka membeli paket supra seberat 0,5 gram seharga Rp 400 ribu. “Pekerjaannya serabutan, ya nyambi jual sabu ini,” tuturnya.

Sementara itu di hadapan petugas, Abdul Rohman mengaku baru kali ini ditangkap. “Saya baru tujuh bulan mengonsumsi. Tapi iseng saya jual ternyata laku. Akhirnya keterusan,” ujar bapak dua anak ini.

Akibat perbuatannya Abdul Rohman dijerat dengan pasal 112 ayat 1 atau pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.(sid2)

Keterangan gambar: Tersangka saat diamankan di Mapolsek Gedangan.