2015-09-11_21.02.23

ADAKITANEWS, Blitar – Sebanyak 10 anggota sindikat perampok toko emas berhasil terungkap dan dan diamankan oleh jajaran polres Blitar. Kesepuluh anggota sindikat tersebut terdiri 8 pelaku perampokan dan 2 penadah barang rampokan.

Kedelapan pelaku perampokan tersebut berinisial AP, IS, NI, F, GS, AG yang rata-rata masih berusia 20 tahun dan FP serta AS yang masih berusia kurang dari 17 tahun. Seluruh pelaku berasal dari Kabupaten Tulungagung. Sementara 2 penadah yang berhasil tertangkap yakni, HT,61, warga Jalan Pucang Gading Gg 1 No 15 Kelurahan Batursari, Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Dan OS,34, pedagang emas yang beralamat di Jl Wachid Hasyim No 60 Kelurahan Kranggan Kecamatan Semarang, tengah Kota Semarang Jawa Tengah.

Kapolres Blitar, AKBP Muji Ediyanto, menjelaskan, modus operandi para pelaku, sebelum menjalankan aksinya, terlebih dulu mengirimkan orang untuk memantau toko target perampokan dan kondisi sekitar toko. “Jika dipantau sepi, mereka langsung melancarkan aksi. Bahkan dari pengakuan tersangka, mereka 3 kali gagal melakukan aksi perampokan karena ada mobil patroli polisi yang lewat “, terang AKBP Muji

Dari tangan para anggota sindikat itu, polisi berhasil menyita barang bukti diantaranya, 3 unit sepeda motor, 1 pucuk senjata rakitan jenis makarov, 1 pucuk air soft gun jenis makarov, 3 pucuk air softgun jenis revolver dan 87 butir amunisi berbagai jenis, 1 toples bubuk mesiu, tabung nitrogen untuk melebur emas, 3 buah kunci L, sebuah kompresor, 5 buah HP, berbagai perhiasan emas yang belum dilebur dan uang sejumlah Rp 22 juta 790 ribu.

“Dari pengakuan mereka, aksi perampokan toko emas sudah dilakukan sebanyak 5 kali di wilayah Blitar dan Tulungagung serta wilayah Kediri. Termasuk toko emas Janoko yang berada di Kecamatan Garum Kabupaten Blitar,” lanjut Kapolres.

Dari kasus perampokan di toko emas Janoko, lanjut Kapolres, para pelaku berhasil membawa kabur emas seberat 5 kilogram. “Dari barang bukti yang di sita, mereka mengaku 2 kg emas yang sudah dilebur mereka jual seharga Rp 250 juta, dan sisanya belum sempat dilebur,” jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, 8 pelaku dijerat dengan pasal pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. Sedangkan untuk 2’orang Penadah dikenakan pasal 481 KUHP tentang penadahan barang curian dengan ancaman 7 tahun penjara. ( wiro/jati/blot).

Keterangan Gambar : gelar Barang bukti hasil Pelaku Perampokan spesialis Toko Emas di Blitar