width=

Kediri(adakitanews.com) –Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, akan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) untuk proses penghitungan suara pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kediri 2020.

Untuk persiapan tersebut, KPU Kabupaten Kediri melaksanakan simulasi nasional pemungutan dan perhitungan suara di halaman Kantor KPU Kabupaten Kediri, Sabtu (31/10/2020).

Dari pantauan di lokasi simulasi, penjagaan yang dilakukan pun ketat. Para pemilih yang memasuki tempat pemungutan suara (TPS) harus menerapkan protokol kesehatan, mulai mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa masker, pengecekan suhu tubuh, dan mencucui tangan.

Pemilih yang berada di dalam TPS dan menunggu giliran memilih, petugas TPS yakni KPPS menyediakan tempat duduk dengan mengatur jarak antara pemilih satu dengan lainnya.

“Simulasi ini dipersiapkan dan dilaksanakan sama seperti apa yang akan diselenggarakan pada Pilbup Kediri 2020 pada 9 Desember mendatang,” ujar Komisioner KPU Kabupaten Kediri Divisi Teknis Penyelenggaraan, Anwar Ansori.

Dalam pelaksnaannya nanti, kata Anwar, ada beberapa hal yang berubah, salah satunya form C salinan menggunakan hologram hard copy akan bergantin dengan Sirekap menggunakan C hasil plano.

“Ini juga menjadi upaya untuk mengantisipasi adanya C salinan yang berbeda jumlahnya. Aplikasi Sirekap sendiri akan memindai hasil rekap petugas KPPS dan terhubung dengan TPS yang ada,” tuturnya.

Perlu diketahui, Sirekap adalah instrumen yang digunakan oleh KPU untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, mengurangi tingkat kesalahan, mempersingkat waktu, dan menjaga kemurnian hasil penghitungan suara.

Sirekap dirancang menggunakan teknologi optical character recognition (OCR) dan optical mark recognition (OMR) yang dapat mengubah objek tulisan angka dan tanda dalam gambar menjadi karakter angka. (Oky)