spbu_2@dakitanews Kediri – Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kota Kediri berserta Bank Indonesia, Selasa(28/10) melakukan sidak kesejumlah SPBU untuk memantau ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM)di wilayah Kota Kediri. Sidak Ini dilakukan karena hingga akhir Bulan Oktober, BBM di Kota Kediri sudah terserap 80 persen dari jumlah total kuota 54 ribu ton/pertahun.

Sidak pertama kali dilakukan Diperindagtamben bersama pihak Bank Indonesia di SPBU wilayah Campurrejo di Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Dari sidak tersebut, petugas menemukan satu tangki kosong  karena Delivery Ordernya habis.

Kemudian, sidak dilanjutkan oleh petugas di SPBU selatan Alun-alun Kota Kediri. Dari hasil pengecekan,  BBM jenis Premium masih tersedia 13 ton dan untuk BBM jenis solar 25 ton .

Yetty Sisworini Kepala Disperindagtamben  Kota Kediri mengatakan Kota Kediri mempunyai 14 SPBU mempunyai kuota 54 ribu ton pertahun . Dan hingga memasuki bulan terakhir Oktober ini BBM di Kota Kediri sudah terserap sebesar 80 persen. Sedangkan untuk 20 persennya dibagi hingga akhir Tahun ini

“ BBM yang sudah terserap sekitar 80 persen. Sedangkan sisanya 20 persen cukup sampai akhir tahun,” jelas Yetty.

Yetty juga menambahkan selain untuk memantau ketersediaan BBM,  sidak dilakukan juga untuk mengantisipasi adanya kelangkaan BBM baik jenis premium maupun solar. ”Sidak ini juga untuk antisipasi kelangkaan BBM,” imbuh Yetty.(tya)

Keterangan Gambar : Salah satu SPBU di Kota Kediri yang dipantau oleh BI Dan Disperindagtamben