ADAKITANEWS, Sidoarjo – Tim Pelaksana Smart City Pemerintah Sidoarjo yang dipimpin oleh Ir Setyo Winarno mengunjungi Puskesmas Tarik untuk memastikan implementasi aplikasi Sistem Antrean Puskesmas Tarik (SIAP Tarik), Rabu (09/08). Tim meninjau, apakah aplikasi tersebut memenuhi kriteria inovasi yang berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Puskesmas Tarik, dr Hinu Sulistijorini Ririn menjelaskan bahwa inovasi aplikasi SIAP Tarik merupakan bentuk inovasi pelayanan publik yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan antrean pasien melalui sistem SMS. “Sejak mulai kita terapkan sistem aplikasi SIAP Tarik pada April 2017, jumlah pasien yang mengambil antrean langsung datang ke puskesmas sudah berkurang,” jelasnya.

Hinu menambahkan, dalam sehari Puskesmas Tarik menerima pasien sebanyak 196 orang. “Sebelum menggunakan aplikasi ini, ruang tunggu puskesmas kami penuh pasien, yang antre menunggu giliran panggilan. Sekarang hampir tidak ada lagi antrean, kalaupun ada waktunya tidak lama.

“Saat ini jumlah pasien yang antre di Puskesmas berkurang. Mereka bisa menunggu antrean dari rumah masing-masing. Dengan sistem SIAP Tarik pasien sudah tahu berapa nomor antreannya. Sekarang ruang pelayanan sudah tidak lagi sesak. Masyarakat merasa terbantu sekali dengan adanya program ini,” terang alumnus Universitas Brawijaya Malang ini.

Sementara itu, Ketua Tim Smart City, Ir Setyo Winarno mengapresiasi inovasi yang dikembangkan oleh Puskesmas Tarik. Menurutnya inovasi ini sudah memenuhi unsur pembaharuan, memudahkan masyarakat dan pemerintah serta efektif dan efisien. “Karena syarat inovasi harus memenuhi unsur tersebut, kemudian inovasi yang dikembangkan harus bisa direplikasikan ke tempat lain,” ujarnya.

Setyo menambahkan, dari paparan yang diterima dan dilihatnya secara langsung itu, SIAP Tarik akan direkomendasikan sebagai inovasi pelayanan publik yang nantinya dijadikan percontohan bagi seluruh puskesmas se-Kabupaten Sidoarjo.

“Yang paling penting inovasi pelayanan publik harus membantu dan mempermudah pelayanan langsung kepada masyarakat. Jangan kemudian inovasi yang dikembangkan dianggap sudah baik tapi masyarakat tidak merasakan manfaatnya sama sekali. Ini yang keliru dan jangan sampai terjadi,” pungkasnya.(pur)

Keterangan gambar : Tim Pelaksana Smart City Pemkab Sidoarjo mengunjungi Puskesmas Tarik untuk melihat aplikasi pelayanan masyarakat.(foto:mus purmadani)