Siswa Mogok Sekolah, Komite MAN 2 Anggap Pungutan Masih Wajar

2045

ADAKITANEWS, Kediri – Setelah beberapa hari siswanya melakukan aksi mogok sekolah lantaran kecewa adanya pungutan yang memberatkan, Komite MAN 2 Kota Kediri justru tetap menganggap bahwa pungutan yang dibebankan kepada wali murid masih wajar.

Ketua Komite MAN 2 Kediri, Dr H Muhammad Naim Musafik mengatakan, biaya yang dibebankan kepada wali murid untuk kelas 10 dan 11 adalah Rp 524.782 per semester dan untuk kelas 12 sebesar Rp 666.542 per semester masih dalam taraf wajar. Hal tersebut semata-mata untuk memenuhi terwujudnya visi sekolah lantaran anggaran dari Kemenag dan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dianggap masih kurang.

Naim mengatakan, total anggaran dari Kemenag dan BOS sebesar Rp 1,2 miliar dinilai masih kurang dan harus dibebankan kepada komite demi terwujudnya visi madrasah CANTIK (Cerdas, Ahlakul Karimah, Nasionalis, Terampil, Inovatif, dan Keimanan). “Anggaran dari Kemenag dan BOS masih kurang, makanya dibebankan kepada komite. Ada juga yang kami tolak penganggarannya. Salah satunya adalah milad yang dianggap tidak sesuai dengan visi madrasah,” katanya, Selasa (08/03).

Terkait aksi mogok sekolah, Naim mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Menurutnya hanya beberapa siswa yang melampiaskan rasa kesalnya. “Tidak ada demo. Yang ada hanya beberapa anak kesal, tapi saya tidak tahu alasan kekesalan mereka, ” imbuhnya.

Sementara itu, beberapa siswa yang sempat diwawancarai Tim Adakitanews.com mengatakan, mogok sekolah dilakukan beberapa hari lalu sebagai bentuk kekecewaan terkait beratnya anggaran yang dibebankan pihak sekolah kepada siswa. “Kecewa mengenai biaya yang dibebankan kepada kami kok sebanyak itu,” ujar salah satu siswa yang namanya kami samarkan.(Zam)

Keterangan Gambar: Ketua Komite MAN 2 Kediri, Dr H Muhammad Naim Musafik (Atas).