width=

img_20161101_120311ADAKITANEWS, Kota Kediri – Polemik yang terjadi di Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Ahmad Dahlan Kota Kediri belakangan ini membuat pihak Majelis Pembina Kesehatan Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur mengambil sikap. Mereka memutuskan mengambil alih sementara RSM Ahmad Dahlan sampai kondisi kembali kondusif.

Jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur mendatangi RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri, Selasa (01/11). Mereka memberitahukan tentang pengambil alihan RSM seiring dengan pemberhentian Ketua dan Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Kediri periode 2015-2020. Prof. Dr. Thohir Luth diangkat menjadi ketua pelaksana tugas (plt) bersama 6 anggota lainnya.

Tim plt ini bertugas menyelenggarakan dan mengelola segala amal usaha Muhammadiyah di Kota Kediri termasuk mengawasi amal usaha dibidang kesehatan yakni RSM Ahmad Dahlan. “Pengambil alihan ini bersifat sementara, sampai semua kondisinya nanti menjadi kondusif akan kami kembalikan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Kediri,“ ujar Tamhid Mayshudi Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim yang temani Masbuhin Korporat Lawyer RSM se Jatim dan sejumlah jajaran lainnya.

Lebih lanjut Tamhid Mayshudi membantah jika pihaknya telah merampas RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri seperti yang dituduhkan sejumlah oknum tidak bertanggungjawab. Menurutnya, pengambil alihan sementara ini sudah sesuai dengan AD/ART Muhammadiyah.

“Ini (pengambil alihan,red) hanya sementara, dan tujuan kami sebenarnya baik yaitu satu untuk menentukan arah kebijakan rumah sakit yang benar dan tepat. Meneyetujui dan mengawasi pelaksanaan secara strategis, ketiga menyetujui pelaksanaan rencana anggaran, mengawasi pelaksanaan kendali mutu dan kendali biaya, kelima mengawasi dan menjaga hak dan kewajiban Rumah Sakit dan mengawasi kepatuhasn penerapan etika rumah sakit, etika profesi dan peraturan perundang-undangan,” jelas Tamhid Masyhudi.

Sementara, pihak Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim tidak menyetujui surat pengunduran diri dr. Erika Widayanti Lestari sebagai Direktur RSM Kota Kediri. Bahkan, secara tegas mereka menginginkan dr. Erika tetap menjadi Direktur RSM tersebut. “kami minta seluruh masyarakat dan karyawan tidak terprovokasi jika ada pihak-pihak yang meng klaim dapat mengangkat dan memberhentikan Direktur RSM Kota Kediri kecuali Pimpinan MPKU. Jika ada, jelas itu telah melakukan pelanggaran hukum. Karena tidak ada aturan itu di organisasi Muhammadiyah,” tegas Tamhid Maysudi.(zay)

Keterangan Gambar : Konferensi Perss Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Majelis Pembina Kesehatan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri.(foto : Zayyin)