Kediri(adakitanews.com)—Situs Jambean berbentuk Batu Gilang yang berada di Desa Jambean Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, dirusak oleh orang tidak dikenal.

Batu Gilang diyakini sebagai batu peninggalan Kerajaan Khadiri abad ke 12 tersebut, dirusak dengan cara dipukul dengan benda keras.

Batu berbentuk ambang pintu, yang terdapat tanda yang menunjukkan masa di abat sekitar 12 masehi itu, terlihat patah di bagaian ujungnya.

Di sekitar candi itu juga terdapat bekas lecet dan pecahan kecil yang berada di 2 bagaian yaitu di tengah dan di ujung sekitar patahan, hal itu diduga akibat dari Benturan Martil.

Kejadian perusakan Batu bersejarah tersebut, diketahui pertama kali oleh Baharudin (43) warga Desa setempat akan melakukan bersih-bersih di lokasi.

“Saya biasa bersih-bersih disini. Saat saya mau membersihkan rumput, ternyata batu Gilang sudah pecah, dan pecahannya tidak ada.”ucap Baharudin,warga sekitar, Rabu (9/2/2022).

Mengetahui Bersejarah itu rusak, kemudian, Baharudin melaporkan kejadian tersebut ke Perangkat Desa Jambean. Perangkat Desa yang datang ke lokasi, kemudian berusaha mencari pecahan Batu Gilang.

Situs Jambean selama ini diyakini oleh warga setempat sebagai tempat keramat. Karena sering ada warga yang melakukan ritual di Situs, untuk maksud tertentu. Dengan adanya perusakan Situs Gilang tersebut, banyak pihak yang menyayangkan.

“Setelah kami cari, ternyata pecahan batu Gilang dibuang di luar pagar Situs Jambean. Pecahan Batu kemudian kami pasangkan lagi.”ujar Hari Amin, Kepala Desa Jambean saat meninjau lokasi Situs Jambean.(Gar).