width=

ADAKITANEWS, Jombang – Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko berjanji bakal menindak tegas aparat Desa yang terbukti melakukan pemotongan dana program bedah rumah untuk masyarakat miskin di wilayahnya.

Saat ini, pihaknya tengah meminta Dinas terkait melakukan pengusutan terkait kasus yang diduga melibatkan panitia program dari Kementerian Perumahan Rakyat di tingkat Desa ini. Menurut Nyono, saat ini timnya sudah mulai melakukan analisa. Jika terbukti bawahannya terlibat dalam kasus pemotongan tersebut, maka dia tidak segan-segan akan melakukan pemecatan.

“Itu sudah saya minta kepada Dinas PU Cipta Karya untuk segera melakukan pengusutan melalui Inspektorat. Di situ nanti kita lihat, kalau memang ada temuan bahwa itu ada pemotongan dan lain sebagainya, saya tidak segan-segan juga. Tapi sampai hari ini masih dilakukan komunikasi,” tegas Nyono Suharli, Senin (15/08).

Seperti diketahui, dana program bedah rumah untuk masyarakat miskin di Jombang diduga telah dipotong. Seperti yang terjadi di Desa Mojojejer Kecamatan Mojowarno, dimana sekitar 28 warga miskin penerima dana Bantuan Stimulan Perumahan Rakyat dari Kemenpera itu mengeluh. Sedianya, warga miskin mendapatkan anggaran Rp 10 juta untuk program itu. Namun kenyataannya mereka hanya menerima Rp 8,5 juta sampai Rp 9 juta. Sehingga diduga terjadi pemotongan sebesar Rp 1,5 juta dengan dalih untuk biaya administrasi.

Akibat pemotongan itu, sejumlah penerima program bedah rumah mengaku proses pembangunan rumah mereka hingga kini masih terbengkalai karena kekurangan dana.(Tari/Jati)

Keterangan gambar: Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko.