ADAKITANEWS, Kota Kediri – Ungkapan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel memunculkan banyak penolakan dari berbagai negara, agama, bahkan hingga ormas-ormas yang ada. Tidak terkecuali Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kota Kediri.

Ketua BAMAG Kota Kediri, Pdt Timotius Kabul mengungkapkan bahwa dirinya tidak setuju dengan ungkapan Trump tersebut. Hal itu karena ungkapan Trump dinilai akan memiliki dampak luar biasa terhadap kerukunan umat beragama dan juga ketenteraman rakyat Palestina.

“Pada prinsipnya kita tidak setuju apabila ada bangsa yang tertindas. Karena pada dasarnya kemerdekaan adalah hak dari segala bangsa,” ungkapnya, Selasa (19/12).

Pdt Timotius Kabul juga menjelaskan bahwa di Yerusalem dahulu adalah tempat yang begitu harmonis. Dari tiga agama yang berada di negara itu, hidup dengan berdampingan tanpa ada perselisihan. Namun seiring berjalannya waktu, mulai banyak kepentingan politik yang masuk di dalamnya.

“Itu negara yang harmonis sebenarnya. Namun seiring perkembangan zaman rupanya mulai muncul banyak intrik disana,” tuturnya.

Karena kondisi dunia saat ini sedang memanas karena ungkapan Donald Trump, BAMAG akan terus berdoa agar Tuhan memberikan yang terbaik untuk masalah ini. “Semoga dalam hal ini Tuhan cepat memberikan penyelesaian, dan keputusannya bisa diterima oleh semua pihak,” tutupnya.(kdr1)

Keterangan gambar: Bendera Palestina.(google.com)