ADAKITANEWS, Jombang – Alfatah Yasin, pria kelahiran Demak yang saat ini menjabat sebagai Kasi Prasarana Elektrifikasi Desa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) disela kunjungannya ke Kabupaten Jombang menjelaskan beberapa permasalahan terkait semakin minimnya energi fosil yang masih ada di perut bumi, Jumat (16/12).

Beberapa penyedia listrik di Indonesia, kata Yasin, yang masih bertumpu pada energi fosil menjadikan pemerintah dalam hal ini Kementerian Desa dan PDTT melakukan gebrakan baru terbarukan. PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya), progam baru terbarukan menjadi progam andalan untuk mengatasi semakin minimnya energi fosil dan semakin banyaknya kebutuhan manusia untuk menikmati listrik.

“Kenapa harus PLTS solusinya? Karena letak geografis Indonesia ini dilewati oleh garis khatulistiwa dan ini yang menjadikan tenaga surya lebih dominan untuk dikembangkan dan juga sampai hari ini, tenaga surya sudah teruji dibandingkan tenaga alternatif lainnya seperti angin ataupun air. Biaya yang dibutuhkan untuk perawatannya pun lebih murah,” ujarnya.

Yasin menambahkan, sampai saat ini sudah ada tujuh provinsi yang menerima bantuan dari Kementerian Desa dan PDTT soal energi baru terbarukan tersebut. Yakni 2 kabupaten di Provinsi Riau, Provinsi Jambi ada 1 kabupaten, Propinsi Sumatra Utara 1 Kabupaten, Provinsi Jawa Tengah 1 Kabupaten, Nusa Tenggara Barat ada 1 kabupaten, dan Sulawesi Selatan ada 1 Kabupaten.

“Progam ini tidak hanya dikhususkan untuk desa tertinggal. Akan tetapi desa berkembangpun juga diharapkan bisa menerapkan progam ini agar sifat ketergantungan untuk energi fosil bisa dikendalikan,” pungkasnya.(jb4)

Keterangan gambar : (dari kanan) Alfatah Yasin, Kepala Desa Mentaos, dan Perwakilan BPMPD Kabupaten Jombang, Roni saat agenda kunjungan di Desa Mentaos Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang.(foto: Sugiono)