ADAKITANEWS, Kota Madiun – Masih rendahnya kesadaran masyarakat pengguna jalan utamanya saat melintasi perlintasan kereta api serta masih banyaknya kejadian kecelakaan di perlintasan kereta api, mendorong PT KAI Daop 7 Madiun mensosialisasikan aturan yang wajib dipatuhi para pengguna jalan saat akan melintasi perlintasan kereta api.

Dengan melibatkan Taruna dan Taruni Akademi Perkeretaapian Indonesia (API), serta komunitas “Rail Fans Daop Pitoe”, yaitu komunitas pecinta kereta api, bersama-sama dilakukan sosialisasi dengan membentang poster serta membagi brosur kepada para pengguna jalan yang akan melewati perlintasan sebidang Nomor 138 Daop 7 Madiun, yang melintasi Jalan Yos Sudarso Kota Madiun.

Seperti disampaikan oleh Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Supriyanto jika tujuan sosialisasi langsung di jalan ini agar masyarakat tahu dan mengerti jika harus berhati – hati saat akan melintasi perlintasan kereta api. Utamanya yang masih sangat kurang dipahami masyarakat adalah pengendara kendaraan wajib mengurangi kecepatannya saat akan melewati perlintasan kereta api. Semua itu adalah demi keselamatan bersama.

“Masyarakat harus paham jika akan melewati perlintasan kereta api harus hati – hati serta wajib mengurangi kecepatannya, bukan malah sebaliknya, biasanya tahu pintu perlintasan akan ditutup malah menambah kecepatannya,” tegas Supriyanto kepada Tim Adakitanews.com, Minggu (01/10).

Supriyanto menjelaskan jika sampai saat ini PT KAI Daop 7 Madiun memiliki 310 perlintasan kereta api. Dengan rincian 75 pintu perlintasan dijaga petugas dan memiliki pintu perlintasan, sedangkan sisanya sebanyak 235 merupakan perlintasan liar dan tanpa palang pintu perlintasan.

Sementara brdasarkan data angka kecelakaan di perlintasan kereta api khususnya di Daop 7 mengalami kenaikan. Supriyanto menyampaikan jika pada tahun 2016 ada 47 kejadian di perlintasan kereta api, sedangkan tahun 2017 dari Januari hingga September sudah terjadi 54 kejadian.

“Hingga bulan September 2017 ini sudah ada 54 kejadian di perlintasan kereta api, sedangkan pada tahun 2016 tercatat 47 kejadian, dengan faktor dominan adalah tidak disiplin masyarakat dalam berlalu lintas termasuk pengguna jalan yang menerobos palang perlintasan,” lanjut Supriyanto.

Untuk mengurangi jumlah angka tersebut pihak Daop 7 mengadakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat umum agar patuh terhadap peraturan yang sudah ada.

Dalam kegiatan kali itu, hal yang disosialisasikan adalah mengenai UU Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ, pasal 114 dan pasal 116, yang mengatur pengendara kendaraan saat melintasi perlintasan kereta api. Termasuk mengatur sanksi pidana bagi pelanggarnya. Dalam pasal 311 sanksi pidana bagi pelanggar dan mengakibatkan kecelakaan di perlintasan kereta api akan dipidana penjara paling lama 12 tahun serta denda setinggi – tingginya Rp 24 juta.(bud)

Keterangan gambar : Taruna – Taruni API sedang membagikan brosur kepada pengguna kendaraan yang menunggu kereta api lewat.(foto : budiyanto)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171001_172652-1024x767.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171001_172652-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,daop 7 madiun,madiun,pt kai
ADAKITANEWS, Kota Madiun - Masih rendahnya kesadaran masyarakat pengguna jalan utamanya saat melintasi perlintasan kereta api serta masih banyaknya kejadian kecelakaan di perlintasan kereta api, mendorong PT KAI Daop 7 Madiun mensosialisasikan aturan yang wajib dipatuhi para pengguna jalan saat akan melintasi perlintasan kereta api. Dengan melibatkan Taruna dan Taruni...