Sosok Kartini Masa Kini dan Dulu di Mata Kompol Erlina Kabag Ren Polres Kediri

Kediri(adakitanews.com)—Peringatan Hari Kartini di Tanah Air, ditandai setiap tanggal 21 April. Pada momentum tersebut, sebagian besar kaum hawa turut merayakan dengan beragam kegiatan, mulai dari memakai kebaya di tempat kerja, maupun di sekolah, serta menggelar acara bernuansa Kartini.

Namun, pada era digital sekarang masyarakat di Kediri perlu mengenal sosok Kartini masa kini, di mana predikat ini patut diberikan kepada Kabag Ren Polres Kediri, Kompol Erlina Rahmawati.

Perempuan yang akrab disapa Kompol Erlina, memiliki keseharian yang sederhana. Tapi, dengan tugasnya sebagai seorang polisi wanita dan ibu empat orang anak, maka pihaknya harus pandai membagi waktu.

Apalagi jika melihat jauhnya jarak tempat tinggal di Warujayeng, Kabupaten Nganjuk menuju lokasi kerja di Kabupaten Kediri, membutuhkan waktu sekitar kurang lebih satu jam.

Tak hanya itu, perempuan berhijab ini juga mengungkapkan, jika penugasannya sebagai Kabag Ren di Polres Kediri yang berlokasi di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri bisa dikatakan baru, karena di lembaga tersebut sejak bulan Desember 2021, sedangkan sebelumnya berkiprah di Polres Kediri Kota.

“Perjuangan Kartini pada zaman dulu, yakni berjuang melawan penjajah. Tapi sekarang, kita sebagai kaum perempuan mempunyai tantangan sendiri. Misal, mereka yang bekerja di kantor dan dalam waktu bersamaan menjadi seorang ibu, maka ini pun tantangan, yaitu bagaimana menyeimbangkan peran antara sebagai abdi negara dan ibu rumah tangga,” kata Kabag Ren Polres Kediri, Kompol Erlina Rahmawati, saat ditemui di Mapolres Kediri, Kamis (21/4/2022).

Di balik sikapnya yang sederhana, Kompol Erlina, memiliki cara tersendiri untuk mengoptimalkan peran sebagai ibu bagi empat anaknya di rumah. Terlebih, pihaknya juga masih memiliki anak berusia tiga tahun yang memerlukan perhatian lebih.

“Setiap kali selesai bertugas di kantor, sebisa mungkin saya absen semua anak. Saya menggunakan telepon seluler untuk mengetahui kabar mereka di rumah, sehingga kapanpun aktivitasnya tetap terpantau dengan baik,” katanya.

Ia menilai, menjadi seorang ibu yang bekerja memang ada manfaat lebih dan dampaknya. Seperti bisa menambah pendapatan keluarga, serta dapat mengembangkan diri. Namun yang terpenting waktu antara keluarga dan pekerjaan diusahakan seimbang.

Kompol Erlina mencontohkan, jika seorang ibu yang bekerja memiliki karir cemerlang di kantor, tetapi menelantarkan pendidikan anak, maka hal itu tidak bisa didiamkan begitu saja. Begitu sebaliknya, ketika terlalu mementingkan keluarga, tapi pekerjaan di kantor terabaikan, maka karir ikut dipertaruhkan.

Meski demikian, pada kesempatan ini, pihaknya juga tidak menganggap sepele ibu yang bekerja di rumah. Selain lebih fokus menjaga anak dan keluarga, mereka juga bisa memaksimalkan media sosial sebagai ladang bisnis. Kondisi ini pun, banyak ditemui sejak munculnya Pandemi Covid-19 hingga sekarang, sehingga tumbuh pelaku usaha baru.

“Ke depan, saya berpesan kepada generasi muda, terutama Kartini di era Milenial, supaya mereka tetap bisa berjuang sesuai zamannya, kuasai teknologi informasi, kembangkan bakat, dan yang terpenting tidak melupakan kodrat sebagai perempuan,”ujar Kompol Erlina.

“Jika Kartini pada masa lampau, identik dengan Konco Wingking (teman di dapur, red), tapi Kartini zaman sekarang tidak. Kita harus punya semangat tinggi untuk hidup, bekerja, berkarya, dan melahirkan generasi penerus yang cerdas, serta bermanfaat bagi Nusa dan Bangsa Indonesia,” ungkapnya.(Gar).

Recommended For You