ADAKITANEWS, Sidoarjo – Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah resmi menetapkan status Kabupaten Sidoarjo sebagai Siaga Darurat Bencana. Bahkan, menanggapi status tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah ancang-ancang untuk melakukan evakuasi jika dianggap kondisi tersebut mengancam keselamatan warga.

Dikonfirmasi awak media, Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo, Dwijo Prawito menyatakan, status Siaga Darurat diberikan kepada wilayah Sidoarjo per 1 Oktober lalu. Pihak BPBD pun juga mengaku telah menyiagakan berbagai peralatan serta logistik. “Karena itu kami menyiagakan peralatan dan logistik yang ada untuk penanganan bencana. Termasuk sekarang, saat banjir mulai terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Sidoarjo. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan bencana,” katanya, Senin (10/10).

Selain menyiapkan dua perahu karet untuk proses evakuasi warga, di Posko Bencana dan Pusat Data Operasi (Pusdaop) BPBD Sidoarjo juga telah disiapkan mobil dapur umum, makanan siap saji dan sembako. Meski demikian, hingga saat ini BPBD masih melakukan pendataan jumlah titik banjir dan terus memantau perkembangan terakhir. “Data titik banjir masih terus kami update,” imbuh Dwijo.

Sementara itu, khusus di wilayah Kecamatan Kota Sidoarjo, titik banjir terjadi hampir di sejumlah wilayah. Diantaranya Kelurahan Pucang, Bluru, Sidokumpul, Pekauman, dan terparah berada di Kelurahan Sidokare.

Danramil Kota, Kapten Inf Ghofur mengatakan pihaknya telah menerjunkan personel guna membantu serta mengantisipasi seluruh kerawanan yang ada. Tidak hanya itu, personel dari Koramil juga terus melakukan koordinasi dan upaya-upaya guna mengalirkan genangan air. “Kami sudah koordinasi. Akan terus kami upayakan agar air bisa dipompa atau dialirkan ke sungai atau selokan,” pungkasnya.

Keterangan gambar: Anggota Koramil Sidoarjo membantu evakuasi barang-barang di SDN Sidokare 2 dan kondisi salah satu rumah warga di Pandean Kelurahan Pekauman.(foto: kurniawan)