ADAKITANEWS, Kota Kediri – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri naik drastis dari tahun 2016. Hal itu menjadi indikasi bahwa masyarakat Kota Kediri mulai sadar akan manfaat donor darah.

Ditemui di sela-sela kegiatan donor darah yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri, Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Kediri, Ira Widyastuti menyatakan, stok darah di tahun ini meningkat drastis dari tahun sebelumnya. “Stok darah tahun 2016 kemarin sebanyak 16.925 dan di tahun ini meningkat sebanyak 17.125,” ucapnya.

Meningkatnya stok darah tersebut membuat PMI sering kali menunda calon pendonor darah karena ditakutkan darah akan menumpuk terlalu banyak, pendistribusian kurang, dan ahirnya kedaluwarsa dan tidak bisa dipakai lagi. “Sering kali kami menunda para pendonor untuk mencegah kedaluwarsa darah,” ujarnya.

Selain itu Ira Widyastuti juga menjelaskan, dari angka tersebut untuk penyumbang darah terbanyak adalah dari kalangan pelajar dan mahasiswa yaitu sebanyak 60 persen dan sisanya adalah dari kalangan instansi dan masyarakat umum.

“Penyumbang darah terbanyak ya dari kalangan pelajar. Angkanya kurang lebih bisa sampai 60 persen. Itu karena sejak awal mereka diperkenalkan di sekolah tentang PMR,” ungkapnya.

Di ujung tahun ini harapannya, semoga masyarakat Kota Kediri lebih sadar lagi akan pentingnya donor darah, karena dengan donor darah akan menumbuhkan rasa peduli kepada sesama.(kdr1)

Keterangan gambar: Kepala UTD, Ira Widyastuti saat diwawancara.(foto:muchlis ubaidhillah)