panen jagung nganjukADAKITANEWS, Nganjuk – Stop impor jagung. Itulah ungkapan tegas yang disampaikan Staf Ahli Khusus Mentri Pertanian, Prof Dr Sam Harodjan, M.S, M.S.i saat panen raya jagung di Desa Babatan Kecamatan Patianrowo Rabu (25/11 ).

Lebih lanjut ditegaskan, dengan ditutupnya pintu import jagung maka akan berdampak baik pada kenaikan  harga jagung ditingkat petani. Hal ini terbukti saat ini, pada masa panen jagung kali ini harga jagung kering tembus Rp 4,8 ribu perkilo.

Lonjakan harga yang terjadi saat ini jelas akan berdampak meningkatkan kesejahteraan petani. “Untuk mengamankan harga, kuncinya hanya satu. stop import jagung. Pasalnya untuk kebutuhan jagung skala nasional masih lebih dari cukup. Maka tidak perlu mendatangkan barang impor ,” tegasnya kepada sejumlah awak media usai melakukan dialog dengan para kelompok tani di wilayah Kecamatan Patianrowo .

Hadir pula dalam acara temu tani dan  panen raya tersebut UPTD Dinas Pertanian Propensi Jawa Timur, Kepala Staf Kodim 0810 Nganjuk Mayor Arm Mulyadi mewakili Dandim 0810/Nganjuk , Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk dan gabungan kelopok tani se Kecamatan Patianrowo.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ir.Agus Subagjo menyampaikan bahwa Kabupaten Nganjuk termasuk daerah penghasil jagung. alhamdulillah produksi di Wilayah Kabupaten Nganjuk tahun ini meningkat 5,7 %. Permasalahan pengairan dalam waktu dekat di Kecamatan Rejoso akan di bangun waduk Semantok karena tanpa air yang memadai hasil pertanian tidak akan bisa maksimal.

Sementara itu UPTD Dinas Pertanian Jatim Ir.Satoto Pambudi M.Si menyampaikan Produksi pertanian di Jatim tahun ini meningkat sangat luar biasa dibandingkan dua tahun sebelumnya. Kemenangan Jatim adalah petaninya yang sangat luar biasa khususnya Wilayah Nganjuk. Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur capaian hasil produksi tertinggi diraih oleh Kabupaten Nganjuk.

Dengan predikat itu, Kadis Pertanian Nganjuk secara simbolis mendapatkan penghargaan berupa Pin Emas yang disematkan langsung oleh Staf Khusus Mentan kepada Ir. Subagiyo (Kepala Dinas Pertanian Kab.Nganjuk dan Mayor Arm. Mulyadi Kasdim 0810/Nganjuk. ”Pin Emas ini bentuk penghargaan dari Mentan karena keberhasilan Nganjuk tercatat sebagai daerah penghasil jagung tertinggi di Jawa Timur,” paparnya disela – sela acara panen raya.

Dikatakan juga oleh Staf Khusus Mempan Prof Dr Sam Herodian M.Si kalau hasil jagung meningkat terus maka Mentan akan terus memberikan bantuan pada wilayah yang hasil panennya bagus. Pihak Mentan tahun ini sedang membuat mesin pemanen jagung dan apabila tahun depan selesai nanti akan diuji coba di Wilayah Nganjuk.

”Apabila ada sesuatu yg kurang silahkan disampaikan pada pihak terkait karena  Mentan akan selalu merespon apa yang mejadi keluhan petani,” tandasnya.

Sementara dikatakan Kepala Desa Babatan Kecamatan Patianrowo , Imam Bukhori  kepada sejumlah awak media berharap, keberhasilan petani didaerahnya agar pemerintah daerah setempat mengakomodir permintaan petani

Terutama bantuan benih dan saprodi untuk kebutuhan petani. Diakuinya lahan pertanian di Desa Babatan  masih minim sarana irigasi dan sarana insfrastruktur jalan usaha tani.

”Kelompok petani kami sedikitnya sudah membantu pencapaian kebutuhan jagung nasional sudah semestinya mendapat prioritas bantuan sarana pertanian,” katanya . (Adv/Danag/Jati)

Keterangan Gambar : Panen Raya Jagung di Nganjuk. Hasil kerjasama semua pihak