ADAKITANEWS, Sidoarjo – 200 bangunan yang berdiri di atas lokasi bencana lumpur Lapondo dibongkar pihak BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo). Tak ada perlawanan apapun dari warga terkait pembongkaran itu lantaran seluruh bangunan sebelumnya telah dibeli pemerintah.

Humas BPLS, Hengky Listria Adi mengatakan bangunan yang dibongkar kebanyakan berada di wilayah Mindi Kecamatan Porong. Selain bangunan milik pribadi, lanjut Hengky, juga ada bangunan kantor dan instansi yang turut diratakan. “Hari ini kita mulai membongkar bangunan di kawasan lumpur. Pekan lalu sudah kita sosialisasikan,” ujar Hengky.

Hengky menjelaskan, ada sekitar 200 bangunan milik 125 kepala keluarga (KK) di lokasi tersebut. Sebagian telah dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Sementara sebagiannya lagi terpaksa dibongkar BPLS.

Menurut Hengky, setelah kawasan itu diratakan dengan tanah, BPLS akan langsung melokalisirnya. Rencananya, sebagian lahan yang sudah dibebaskan nantinya bakal digunakan untuk lahan terbuka hijau.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Bappekab) Sidoarjo, Sulaksono mengakui jika ada rencana membuat tempat wisata geopark di kawasan lumpur. Namun, pihaknya masih mematangkan konsep geowisata itu.

Untuk menjadikan geowisata lumpur, lanjut Sulaksono, butuh kerjasama antara pemkab dan BPLS. “Tim masih bekerja mewujudkan konsep geowisata lumpur,” pungkasnya.(kur)

Keterangan gambar: Proses pembongkaran 200 bangunan di kawasan Lumpur Lapindo.(ist)