img_20161112_120656-1ADAKITANEWS, Kota Kediri – Lamiyem ,52, warga RT 30 RW 5 Semampir Kota Kediri tewas, Sabtu (12/11) pagi tadi. Diduga, warga eks lokalisasi Semampir ini tewas setelah membaca surat pemberitahuan dari Satpol PP guna mengosongkan tempat tinggalnya.

Informasi yang dihimpun tim Adakitanews.com, istri Sumaji ,60, dan warga RW 5 Semampir lainnya menerima surat pemberitahuan dari Satpol PP Kota Kediri, Kamis (10/11) sekitar pukul 22.00 Wib. Surat pemberitahuan itu terkait instruksi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri untuk pengosongan tempat tinggal di eks lokalisasi.

Setelah membaca surat itu, Lamiyem secara mendadak mengalami serangan jantung. Melihat itu, Sumaji langsung membawa istrinya ke Rumah Sakit Baptis Kota Kediri. Sakit yang diderita semakin parah, membuat nyawa Lamiyem tidak tertolong dan meninggal dunia pada Sabtu (12/11) sekitar pukul 08.30 Wib.

“Kata suaminya, dia (korban,red) bingung mas. Karena mau digusur, terus mau pindah kemana dia bingung. Mereka sudah tinggal disitu puluhan tahun lo mas. Ceritanya, mereka juga sempat menjual tanah dan pekarangannya di Nganjuk supaya bisa membangun rumahnya disini. La kompensasinya cuma segitu (2,5 juta) untuk kontrak saja tidak cukup mas,” kata Sri Harjoko warga setempat.

Sementara, Nur Khamid Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri mengatakan, pihaknya hanya menjalankan tugas sesuai instruksi Pemkot. “Kita hanya menjalankan tugas, dan itu sudah sesuai prosedur sebelum lahan eks lokalisasi semampir dikosongkan. Dimana, leading sektornya (pengosongan lahan eks lokalisasi Semampir) Dinas Sosial,” jelas Nur Khamid.

Selain Lamiyem, 3 warga eks Lokalisasi Semampir lainnya hingga saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit setelah menerima surat pemberitahuan tersebut. Kedua warga itu yakni, Sarji dirawat di RS Muhammadiyah Kota Kediri, dan Vian di RS Baptis. Sedangkan, Ananto Busro ketua RW setempat juga sempat menjalani perawatan di RS, namun sudah dibawa pulang.(SR)

 

Keterangan Gambar : Lamiyem ,52, warga RT 30 RW 5 Semampir Kota Kediri tewas setelah menerima surat pemberitahuan pengosongan.(foto : ist)