Surakarta. Piringan hitam berisi lagu-lagu daerah yang merupakan suvenir untuk para tamu negara yang hadir dalam Asian Games 1962 masih tersimpan rapi di Solo.

Bagian depan sampul piringan hitam dari kertas karton itu memuat logo Asian Games 1962 dan tulisan hitam ‘The 4 Fourth Asian Games’.

Selain itu juga ada tulisan ‘Souvenir From Indonesia’ atau kenang-kenangan dari Indonesia dan di bagian bawah terdapat tulisan ‘Lokananta’ yang merupakan perusahaan yang merekam dan mencetak piringan hitam tersebut.

Dilansir BBC, Perusahaan rekaman di Solo ini masih menyimpan rapi suvenir ini. Di bagian sampul depan tertulis keterangan mengenai isi lagu daerah yang ada di dalam piringan hitam. Piringan hitam ini terdiri dari empat bagian, masing-masih terdapat delapan lagu daerah.

Lagu-lagu Nusantara ini termasuk Ajo Mama, Potong Bebek Angsa, Lenggang-lenggang Kangkung, Sorak-sorak Bergembira, Rasa Sajange, Gilang Sipatu Gilang, Suwe Ora Djamu dan lagu daerah lainnya.

Diburu setelah pembukaan Asian Games 2018

Sementara itu di bagian belakang sampul itu terdapat gambar grafis berupa batik bermotif parang.
Sampul piringan hitam yang menjadi buah tangan untuk para tamu negara peserta Asian Games itu memiliki warna kombinasi merah, putih dan hitam, yang sudah mulai pudar warnanya. Koordinator Produksi Lokananta, Bemby Ananto mengatakan piringan hitam berisi lagu-lagu daerah yang dirangkum oleh Presiden Soekarno.

“Piringan hitam ini ukurannya 10 inci jadi maksimal lagu yang dimasukkan sebanyak delapan lagu dan setiap sisi berisi empat lagu,” kata Bemby.

Lagu daerah dalam piringan hitam tersebut dimainkan oleh kelompok orksestra Lokanada dengan pimpinan B.Y. Supardi.

“Iringannya musik pop. Yang menyanyikan ada yang anak-anak dan ada yang kur secara bersama-sama. Tapi kebanyakan lagunya itu dinyanyikan bersama,” jelas Bemby.

Meskipun direkam di Lokananta yang merupakan perusahaan rekaman pertama yang berdiri pada tahun 1956, namun Bemby mengatakan yang tersimpan tak lengkap lagi.

“Paling banyak yang tersimpan di Lokananta itu piringan hitam part 1. Kalau untuk yang part 3 jumlahnya tidak lebih dari lima piringan hitam. Tetapi untuk piringan part 2 dan part 4, hingga saat ini belum menemukan, apa mungkin sudah habis sejak dulu,” ucapnya.

Namun Bemby mengatakan rekaman utama masih tersimpan. Ia juga mengatakan rekaman lagu-lagu daerah ini sekarang dapat diperoleh dalam bentuk CD, dan banyak diburu setelah pembukaan Asian Games 2018.

“Kalau ingin mencari dalam bentuk repro hingga saat ini masih kami jual, tetapi kalau piringan hitam sudah tidak. Nah, momen-momen seperti Asian Games saat ini banyak yang membeli repro CD suvenir Asian games 1962 itu,” kata Bemby lagi. (BBC)

Foto: Istimewa/Lokananta

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/09/souvenir-asian-games-62-1.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/09/souvenir-asian-games-62-1-150x150.jpgREDAKSINasional
Surakarta. Piringan hitam berisi lagu-lagu daerah yang merupakan suvenir untuk para tamu negara yang hadir dalam Asian Games 1962 masih tersimpan rapi di Solo. Bagian depan sampul piringan hitam dari kertas karton itu memuat logo Asian Games 1962 dan tulisan hitam 'The 4 Fourth Asian Games'. Selain itu juga ada tulisan...