ADAKITANEWS, Trenggalek – Ritual adat tahunan Bersih Dam Bagong kembali dilakukan masyarakat Trenggalek. Uniknya dalam ritual ini, ada tradisi melempar kepala kerbau ke dalam sebuah Dam (waduk kecil) Bagong yang terletak di Kelurahan Ngantru Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Ritual ini dilakukan untuk mengenang jasa Ki Ageng Menak Sopal, yang berhasil membangun pusat irigasi persawahan.

Sebelum dilempar ke dalam dam, terlebih dahulu potongan kepala kerbau dan beberapa bagian tubuh kerbau diarak keliling kampung menuju makam sesepuh Trenggalek, Ki Ageng Menak Sopal. “Ini adalah bentuk rasa syukur para petani, sekaligus penghormatan kepada Ki Ageng Menak Sopal yang sudah membangun Dam sehingga bisa dimanfaatkan oleh ribuan petani di wilayah Trenggalek,” kata juru Kunci Makam Menak Sopal, Naim, Jumat (18/08).

Menurutnya, selain larung kepala kerbau, sejumlah prosesi lain juga digelar di kawasan makam Menak Sopal. Diantaranya adalah pagelaran wayang ruwat serta selamatan dan doa bersama.

Acara yang paling ditunggu-tunggu ribuan masyarakat yang hadir adalah prosesi pelemparan kepala kerbau serta aneka tulang dan kulit kerbau ke dalam Dam Bagong. Sejumlah warga yang telah menunggu di dasar dam langsung menceburkan diri ke dalam dam untuk mencari potongan kepala kerbau maupun kulit dan tulangnya.

Salah seorang peserta akhirnya berhasil mendapatkan kepala kerbau setelah menyelam di kubangan Dam Bagong. Proses rebutan inilah yang paling menarik perhatian warga yang menonton.

Naim menambahkan, kepala kerbau yang dilempar tersebut merupakan simbol dari pengorbanan, sekaligus pengganti kepala gajah putih yang konon dahulu digunakan untuk prasyarat proses pembangunan dam.

Dalam legenda yang diceritakan secara turun-temurun, saat membangun waduk kecil tersebut, Menak sopal selalu mengalami kegagalan. Atas saran dari gurunya ia pun di minta untuk mengorbankan sekor gajah putih.

“Ki Ageng Menak Sopal ini kalau di Trenggalek dikenal sebagai sosok pahlawan pertanian, karena jasanya dalam membangun dam. Saat ini manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya para petani di Kecamatan Trenggalek dan Pogalan,” ujarnya.

Ia berharap, pada tahun ini para petani Trenggalek semakin makmur dan mendapatkan hasil panenan yang melimpah dan dijauhkan dari serangan hama. Warga mengaku Dam Bagong Trenggalek mampu memberikan manfaat besar bagi 840 hektare area persawahan di wilayah Kecamatan Trenggalek dan Pogalan.

Sementara itu Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengatakan, prosesi bersih Dam Bagong merupakan bentuk pelestarian budaya yang telah ada sejak ratusan tahun silam. “Kepala kerbau itu diperebutkan dan diambil untuk masyarakat, tidak dibuang,” ujarnya.(pur)

Keterangan gambar : Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak saat membuka acara bersih Dam Bagong.