2016-04-19_20.15.08

ADAKITANEWS, Kediri – Hingga 31 Maret 2016, Dinas Pertanian Kabupaten Kediri mencatat seluas 79,21 hektar lahan pertanian padi terserang berbagai macam hama. Kondisi ini banyak diakibatkan oleh musim hujan yang panjang melanda Kediri dan sekitarnya.

Data yang dihimpun tim adakitanews.com, seluas 33,83 hektar lahan terserang jenis hama blast (potong leher), terdiri dari kerusakan ringan 18,30 hektar, dan sisanya kerusakan sedang 21,22 hektar. Dari jumlah ini yang telah dikendalikan seluas 20,52 hektar, kemudian luas areal waspada 357,5 hektar.

Disusul dengan jenis hama xanthomonas (kresek) menyerang lahan seluas 26,21 hektar terdiri dari, 3,16 hektar kategori ringan dan 23,33 kategori sedang. Luas yang telah dikendalikan 40,7 hektar, dan luas areal yang perlu diwaspadai 141 hektar. Selanjutnya, untuk hama wereng batang coklat menyerang seluas 2,28 hektar kategori ringan. Untuk luas areal yang telah dikendalikan 16,85 hektar dan luas areal waspada 45 hektar.

Sedangkan, jenis hama penggerek batang menyerang lahan seluas 1,47 hektar kategori kerusakan ringan. Sedangkan luas areal yang telah dikendalikan 6,22 hektar dan yang diwaspadai seluas 75 hektar. Hama tikus tidak ketinggalan menyerang lahan pertanian warga, dengan luas areal yang terserang seluas 15,42 hektar kategori ringan. Untuk luas lahan yang sudah dikendalikan 7,5 hektar dan yang diwaspadai 439 hektar.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri Widodo Imam Santoso menjelaskan, seringkali petani tidak menyadari pada musim hujan dengan curah hujan tinggi menyebabkan unsur N bebas yang ada di udara yang jatuh ke bumi bertambah. Sehingga pada lahan-lahan pertanian khususnya padi, pada fase generatif mulai umur 45 hari setelah tanam (HST) mulai muncul serangan penyakit xantomonas sp (kresek) yang disebabkan oleh bakteri, penyakit phyriculaia sp, blast (potong leher) yang disebabkan jamur.

Faktor pemupukan yang dilakukan petani, menurutnya juga mempengaruhi tanaman padi mudah terserang hama. Selain itu, budidaya tanam rapat, pemeliharaan rumput gajah di pematang dan kurangnya sanitasi atau kebersihan di areal sawah juga menjadi salah satu faktor budidaya tanam padi terganggu.

“Selain faktor diatas varietas padi juga mempengaruhi tanaman mudah (peka/rentan) terserang hama wereng batang coklat. Selain penyakit juga hama tikus mulai berkembang dengan kondisi ini,” jelas Widodo Imam Santoso

Guna mengatasi itu, pihaknya mengaku telah menyalurkan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Kediri maupun Propinsi Jawa Timur berupa dodentisida (ratgone) untuk pengendalian hama tikus sebesar 70 kg, pestisida sanming 50 liter, poksindo sebanyak 80 liter, serta manuver sebanyak 110 liter untuk pengendalian wereng batang coklat. Dan untuk pengendalian penggerak batang padi dibantukan E-to sebanyak 60 liter.

“Dinas Pertanian juga menyalurkan bantuan fungisida topsinda sebanyak 25 kg dan nativo sebanyak 15 liter untuk pengendalian xanthomonas, serta nortox untuk pengendalian xanthomonas dan blast (potong leher) sebanyak 15 kg,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri Widodo Imam Santoso.(zay)

Keterangan Gambar : Petani di Kabupaten Kediri yang meratapi kondisi padinya gagal panen karena diserang hama.(foto: Zayyin)