ADAKITANEWS, Blitar – Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas III) merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat di wilayah perdesaan dan pinggiran kota. Program Pamsimas ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada warga masyarakat kurang terlayani, termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan.

Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM mengatakan, dengan Pamsimas ini ia berharap masyarakat dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Dijelaskannya, untuk Kabupaten Blitar tahun 2017 lalu mendapatkan 10 titik. Tetapi ia mengaku, pada APBD juga menganggarkan untuk menambah 2 titik. “Alhamdulillah program tahun 2017 ini sudah selesai semua dengan bagus,” katanya setelah meresmikan salah satu hasil Pamsimas tahun 2017 di Desa Kedawung Kecamatan Binangun, Selasa (06/02).

Rijanto menuturkan, tahun 2018 ini program Pamsimas ini dilanjutkan lagi dan Kabupaten Blitar mendapatkan dana 18 titik serta ditambah dana dari APBD 4 titik. Dengan kondisi tersebut, tahun ini yang biasanya musim kemarau sebagian warga mengalami kesulitan air minum bersih, ini nanti akan selesai secara bertahap.

“Jadi tahun ini totalnya ada 22 titik. Kalau anggarannya bervariasi, ya antara Rp 200 – 300 juta setiap titik,” tambahnya.

Menurutnya, untuk pendanaan ini berbeda dengan dana pembangunan yang lain, dimana dana ini diberikan kepada masyarakat dalam bentuk tunai. Masyarakat diwajibkan membentuk organisasi pengelolaannya, kemudian membuat perencanaan dan melaksanakan. Setelah selesai, masyarakat mempunyai kewajiban mengelolanya.

“Jadi ini dari masyarakat untuk masyarakat pemakai. Sehingga dengan sistem ini dampaknya sangat bagus sekali,” terangnya.

Bupati berharap, dengan adanya program ini dari masyarakat bisa merasakan air minum bersih semua. Sehingga masyarakat mempunyai pola hidup yang bersih dan sehat. Selain itu tempat mandi juga bersih dan masyarakat bisa olahraga serta bekerja dengan baik jika kesediaan air minum bersih tercukupi.

“Semuanya pasti akan berjalan dengan baik jika air bersih tercukupi. Tapi sebaliknya, jika tidak terpenuhi akan mudah terserang penyakit,” paparnya.

Sementara itu, Kasatker PS PAM Provinsi Jatim, Ir Rachmad Budi Siswanto MT mengatakan, untuk tahun 2018 ini Kabupaten Blitar dipastikan sudah mendapatkan dana dari APBN untuk 18 titik.

“Ini sangat bagus sekali, karena membiasakan masyarakat supaya lebih aktif dan tidak menunggu pihak ketiga dalam mengerjakan program ini. Sebab dana yang mencapai Rp 300 juta langsung diberikan tunai kepada masyarakat melalui kelompok masyarakat,” jelas Budi.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, kelompok masyarakat yang telah dibentuk diberikan kewenangan mengelola, merencanakan, melaksanakan, hingga merawatnya. Namun demikian, untuk pelaksanaan dari awal pihaknya melakukan pendampingan sebagai fasilitator.

“Dari kita ada fasilitator Kecamatan dan Kabupaten hingga Provinsi. Saya berharap masyarakat bisa merawatnya dengan baik,” harapnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Peresmian Pamsimas III di Desa Kedawung Kecamatan Binangun.(foto : fathan)