width=

2016-04-09_17.56.33ADAKITANEWS, Kota Kediri – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri mengakui tidak ada pemilahan sampah di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok. Meski demikian, DKP tetap meyakini bahwa pengelolaan sampah di Kota Kediri tidak lebih jelek dari kota-kota lain.

Dikonfirmasi Tim Adakitanews.com terkait tidak adanya pemilahan sampah di TPA Klotok, Kepala DKP Kota Kediri, Didik Catur melalui Kepala Bidang Kebersihan, Endang Kartikasari mengatakan pemilahan sampah sebenarnya sudah dilakukan. Akan tetapi berada di sumber sampah. Yakni dari rumah tangga ataupun di TPS. “Di TPA memang belum ada pemilahan sampah sama sekali. Pemilahan hanya dilakukan dari sumbernya, yakni dari rumah tangga sendiri dan juga ada termasuk TPS 3 R, ” ungkapnya, Kamis (31/03)

Endang bahkan membandingkan pengelolaan sampah di Kota Kediri dengan Kota-Kota lain. Bahkan, Endang menantang apabila ada referensi pengelolaan sampah yang lebih baik di kota lain, pihaknya siap melakukan studi banding. “Pemerintah secara bertahap sudah menyediakan sarana prasarana pemilahan. Kalau ada referensi TPA di kota lain, mana yang sudah ada fasilitas pemilahannya? Agar kami bisa studi banding ke sana,” imbuhnya.

Dari pantauan Tim Adakitanews.com di TPA 2, truk-truk berplat merah yang memasuki lokasi dan berhenti di atas timbangan tidak terlihat ada pemilahan sampah kering dan basah. “Sampahnya jadi satu dan laporannya sampah basah,” ungkap Murdiah, operator timbangan di TPA Klotok.

Murdiah menjelaskan, sampah ditimbang tanpa ada pemilahan. Plastik, kaleng, dan lain- lain ditumpuk menjadi satu. “Sampahnya jadi satu tanpa pemilahan. Ada pemilahan hanya di bak-bak yang disediakan di rumah tangga. Tapi ya sama saja kalau sampah yang sudah dipilah diangkat dalam satu truk,” katanya.2016-04-09_17.56.57

Hingga berita ini ditulis, pihak DKP Kota Kediri belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut terkait tidak adanya pemilahan sampah tersebut. Saat dihubungi Tim Adakitanews.com melalui ponselnya pada Sabtu (09/04) pagi, Endang mengaku masih sibuk memikirkan sampah yang menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir di Kota Kediri. “Saya masih mikir saluran. Sejak tadi malam kami berjuang (membersihkan saluran,red) di Jalan Agus Salim,” katanya.(Zam)

Keterangan Gambar : pembuangan sampah di TPA Klotok 2 tanpa menyediakan sarana pemilihan