Kediri(adakitanews.com)—Di tengah pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar (KBM) secara langsung atau tatap muka masih belum diperbolehkan. Apabila sekolah melanggar dan tidak mengantongi rekomendasi dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dan tetap melaksanakan kegiatan di sekolah, maka siap-siap dibubarkan.

Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwali) Kediri baik Nomo 16 maupun Nomor 32 tahun 2020, untuk kegiatan pembelajaran belum diperbolehkan secara langsung. Pembelajaran dilaksanakan melalui sistem dalam jaringan (daring).

Apabila sekolah tidak mengantongi rekomendasi dari Satgas Covid-19, maka akan dilakukan tindak tegas. “Ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19, di Perwali juga cukup jelas. Apalagi, kegiatan di sekolah memang belum diperbolehkan. Sanksi tegas akan kami berikan, yaitu pembubaran kegiatan,” ujarnya, Sabtu (26/9/2020).

Menurut Nur Khamid, personel juga berkoordinasi dengan sekolah. Terlebih lagi, ada salah satu SMA Swasta di Kota Kediri yang rencananya mengadakan latihan dasar kepemimpinan (LDK).

“Saat anggota mendatangi, pihak sekolah membenarkan rencana tersebut. Agendanya adalah pemilihan ketua OSIS sekaligus materi LDK yang rencana akan diadakan Senin, 28 September 2020 sampai dengan Kamis, 1 Oktober 2020,” tuturnya.

Adapun jumlah siswa yang akan mengikuti kegiatan tersebut, lanjutnya, sejumlah kurang lebih 60 siswa. Kegiatan tersebut rencana akan diadakan di Aula SMA Swasta Kota Kediri.

“Aula tersebut adalah penggabungan dari 2 kelas yang dapat dijadikan 1 ruangan dengan membuka sekat ruang kelas. Untuk kapasitas penuh kurang lebih 150 Orang dalam keadaan normal,” tuturnya.

Nur Khamid mengatakan, pihak sekolah akan mentaati protokol kesehatan dengan memberlakukan aturan jaga jarak, tempat cuci tangan pakai sabun, dan thermo gun.

“Menurut keterangan narasumber bahwa pihak sekolah memang belum mengirim surat pemberitahuan atau izin mendatangkan massa kepada Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri,” imbuhnya.

Nur Khamid menjelaskan, yang bersangkutan akan berkoordinasi dengan Kepala Sekolah terkait apa yang harus dipenuhi sebelum mengadakan agenda tersebut sesuai arahan dari personel Tim Deteksi Dini (TDD) untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan Satgas Covid-19 Kota Kediri.

“Apabila sampai hari H dan anggota bersama Kasi terkait melakukan pemeriksaan, serta pihak sekolah belum dapat menunjukkan surat rekomendasi maka terpaksa akan kami bubarkan,” tegasnya.(oky).