width=

ADAKITANEWS, Jombang – Ketakutan para Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Jombang terhadap Tim Saber Pungli, berimbas pada sepinya program Proyek Operasi Agraria Nasional (Prona). Mereka enggan mengajukan program tersebut lantaran takut tersandung masalah pungli (Pungutan Liar).

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Jombang, Ribut Hari Cahyono. Meski sudah melakukan sosialisasi terkait program Prona tersebut ke seluruh desa di Kabupaten Jombang, yakni meliputi teknis mekanisme kepengurusan kepemilikan sertipikat, tetapi hingga hari ini hanya beberapa desa saja yang mengajukan program Prona tersebut.

“Hingga hari ini hanya beberapa desa saja yang mengajukan program prona tersebut. Para Kepala Desa tidak mengajukan prona karena takut tersandung masalah pungli,” ungkap Kepala BPN saat ditemui awak media di kantornya, Kamis (18/05).

Menurut Ribut, ketakutan seperti itu sangat disayangkan. Sebab jika pelaksanaan prona dilakukan sesuai prosedur maka tidak akan terjadi pungli, serta tidak ada yang harus dikhawatirkan. “Jika Kepala Desa tersebut melakukan pelayanan kepada masyarakat sesuai prosedurnya, tidak mungkin tersandung pungli,” jelas kepala BPN.

Untuk diketahui, dari 302 desa se-Kabupaten Jombang, hingga saat ini hanya 3 desa yang mengajukan program Prona.(ar)

Keterangan gambar: Kantor BPN Jombang.(foto:adi rosul)