Kediri(adakitanews.com)—Petani jagung di Kabupaten Kediri terancam gagal panen. Pasalnya para petani diresahkan dengan banyaknya hama ulat yang menyerang tanaman mereka.

Bahkan para petani sudah berupaya untuk membasmi hama ulat jenis grayak ini, namun sejauh ini belum juga membuahkan hasil.

Eko salah satu petani asal Dusun Tanggung Mulyo Desa Wonorejo Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, mengeluhkan banyaknya hama ulat yang menyerang tanamannya.

Meski sudah berbagai upaya dilakukan untuk membasmi hama itu, mulai dari penyemprotan obat hama dan lain sebagainya, namun justru ulat itu tidak mati.

“Upaya apapun sudah saya lakukan untuk membasmi. Saya sudah menyemprot sampai lima kali, tapi tidak membuahkan hasil, malah ulatnya tambah banyak,” keluhnya, Minggu (26/1/2020).

Sudah banyak dilakukan oleh petani jagung yang memiliki namun upaya tersebut tak menunjukkan hasil. Bahkan beberapa petani lain disekitar lahan miliknya sudah seolah mengikhlaskan tanaman jagungnya dilahap oleh ulat tersebut.

Tapi jika dibiarkan seperti ini, maka dapat dipastikan para petani akan mengalami gagal panen dan rugi jutaan rupiah.”Sudah banyak biaya dan tenaga yang kami keluarkan untuk membasmi hama ulat ini,” terang Eko.

Hal serupa dikeluhkan Bondan warga Dusun Sukomoro Desa/Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, ulat juga merusak tanaman jagung miliknya. Mulai tumbuh menanam jagung sudah di serang ulat grayak.

“Mulai tumbuh hingga mendekati panen para petani di tempat kami belum bisa mengatasi cara membasmi ulat itu,” resahnya.

Ulat grayak menyerang tanaman jagung berdampak dalam pertumbuhan jagung dan buahnya tidak maksimal. Mulai dari daun-daun jagung bolong dimakan ulat, bahkan ada tanaman jagung yang busuk dimakan ulat.

“Yang jelas para petani rugi. Kami sudah melakukan berbagai upaya, tapi ulatnya masih ada,” ungkap Bondan.(gar).