ADAKITANEWS, Kota Kediri – Meski tangan Sholik sudah tua, namun soal cita rasa masakannya ia tidak mau kalah dengan restoran manapun. Di usianya yang sudah lebih dari 80 tahun ini, resep-resep masakan turunan dari leluhur tetap melekat padanya.

=========

Mak So, begitu ia akrab disapa, sejak kecil tinggal di Kelurahan Semampir Kecamatan Kota Kediri. Di tanah itu pula, orang tua Mak So mengajarkan resep masakan turunan dari leluhur. Dengan tangannya yang mulai keriput ini, ia campurkan bumbu-bumbu alami yang hingga kini tetap menjadi ciri khas rasa masakannya.

“Mulai dari rawon, oseng ceker, soto, dan masih banyak lagi masakan yang lain. Yang terpenting tidak menggunakan bahan penyedap rasa apapun. Selain rempah pilihan, cukup dengan perpaduan antara gula dan garam yang bisa menjadikan masakan gurih dan nikmat,” cakap Mak So saat diwawancarai di sela kesibukannya melayani pelanggan.

Meski hanya berjualan di warung, masakannya selalu habis setiap hari. Hal itu tidak lain lantaran cita rasa dan kualitas masakan yang ia sajikan. Dan para pelanggan, selalu menyukai masakannya.

Supeno, salah satu pelanggan Mak So mengatakan, merasa kerasan makan di warung Mak So. Bahkan hampir setiap hari, ia selalu makan di warung tersebut. Pak Peno, sapaan akrabnya mengaku, terkadang meski dari luar Kota, kalau belum makan di warung Mak So, ia tidak makan apapun walau seharian penuh.

“Terkadang kalau saat lagi mengemudikan travel ke luar kota, saya gak makan. Hanya minum air putih saja. Soalnya terlanjur kerasan sama masakan Mak So, apalagi rawonnya itu,” ujarnya.

Di usianya yang kini sudah tak lagi muda, semangat Mak So untuk terus mempertahankan resep keluarga bisa dibilang sangat luar biasa. Ia hanya berharap, selalu diberi kesehatan agar bisa selalu melayani para pelanggannya.(udn)

Keterangan gambar : Mak So, ditengah kesibukannya melayani para pelanggan.(foto:fasihhuddin kholili)