ADAKITANEWSRumah Ambrol, Madiun – Tanggul sungai di Desa Warurejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun jebol. Akibatnya, 5 rumah warga rusak parah diterjang banjir. Jebolnya tanggul sungai itu akibat tidak mampu menahan debit air yang melonjak tinggi, sementara kondisi tanggul sebelumnya sudah mengalami kerusakan dan tak kunjung diperbaiki.

Ketua RT 03/RW 01, Desa Warurejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Mulyadi hanya bisa terkejut bukan main melihat bangunan belakang rumahnya ambruk. Amblesnya tanah disebabkan tanggul (talud) penahan aliran sungai di belakang rumahnya jebol sejak sepekan lalu. Kerusakan serupa juga dialami warga lain dilingkungannya. Warga hanya bisa pasrah melihat kerusakan yang ada.

Meski amblesnya tanah disebabkan tanggul sungai tidak segera diperbaiki namun pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, hingga kini belum mengambil tindakan. padahal bahaya semakin mengancam seluruh rumahnya dan 4 rumah tetangganya. Kerusakan tanggul sungai itu memicu amblesnya tanah, bangunan dan retak-retaknya bangunan rumah di sekitar rumah Ketua RT itu.

“Hampir tiap hari ada pergerakan tanah. Makanya dalam sepekan bangunan belakang rumah yang semula hanya retak sekarang sudah roboh dan ambles tergerus tanah yang gerak. Saya memprediksi kerusakan rumahnya dan 4 bangunan rumah tetangga akan semakin parah, jika tanggul sungai yang jebol di belakang rumahnya tak segera diperbaiki permanen,” jelas Mulyadi, Rabu (11/02).

Ia mengatakan kondisi akan semakin parah, jika terjadi hujan deras dan debit aliran air sungai di belakang rumahnya semakin deras dan meluap. “Makanya, kalau hujan malam hari saya dan para tetangga siaga. Takut jika tidur akan terjadi bencana tanah ambles besar-besaran. Sekarang saya sudah ambruk karena hujan semalam,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan, Sudarto pemilik rumah yang rusak akibat tanah ambles disebabkan jebolnya tanggul sungai. Warga yang rumahnya berderetan dekat dengan aliran sungai selalu merasa was-was. Selain tanahnya ambles makin parah setiap hari, juga disebabkan turun hujan deras di kampungnya itu.

“Kami hanya minta, agar kasus tanah ambles yang merusak bangunan rumah kami tidak makin parah, tanggul sungai yang jebol segera diperbaiki. Kalau tidak segera diperbaiki rumah kami semua akan ambruk dan hanyut terbawa aliran arus deras sungai,” tandasnya penuh harap.

Terpisah, Pejabat Sementara Kepala Desa (Kades) Warurejo, Kecamatan Balerejo, Sigit Diarto mengaku sudah melaporkan kasus yang mengancam sejumlah bangunan rumah warganya ke Pemkab Madiun dan BBWS Bengawan Solo sejak 3 Pebruari 2015 lalu. Beberapa hari kemudian sudah ada pengecekan lokasi dari BBWS Bengawan Solo. “Tapi, sampai sekarang belum ada tanda-tanda kapan akan diperbaiki atau tindakan lain, guna menahan tanah ambles,” ujarnya. (UK)

Keterangan Gambar : Kondisi rumah bagian belakang milik Ketua RT 03/RW 01, Desa Warurejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Mulyadi dan 4 rumah lainnya.